RSUP M DJamil Saat Ini Rawat 15 PDP Covid-19

RSUP M DJamil Saat Ini Rawat 15 PDP Covid19 Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil, Dovy Djanas (Foto: Laila Marni/Covesia))

Covesia.com - RSUP M Djamil Padang, Sumatera Barat saat ini merawat 15 pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19). Dari jumlah tersebut,  12 orang diantaranya dalam keadaan baik, sementara 3 orang dalam keadaan sedang.

"15 PDP tersebut dalam keadaan baik dan sedang, terpantau dengan perawatan biasa. Mudah-mudahan tidak perlu pakai ventilator," ungkap Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil, Dovy Djanas kepada awak media, di Auditorium Gubernuran Sumbar, Senin (23/3/2020).

Dikatakan Dovy, saat ini RSUP M Djamil mengalami kendala mengenai hasil PDP yang sudah dirawat seminggu lebih, namun hasilnya belum keluar.

"Untung saja, besok lab Universitas Andalas bisa beroperasi memeriksa sample pasien sehingga tidak menunggu terlalu lama," jelasnya.

Ia menambahkan hasil pemeriksaan PDP itu sangat penting  diketahui lebih cepat sehingga bisa menentukan perawatan yang akan diberikan kepada pasien. "Untuk memastikan keadaan si pasien terinfeksi corona virus atau tidak," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini RSUP M DJamil membutuhkan alat pelindung diri (ADP) untuk menangani pasien. "Semoga segera didapatkan ADP ini. Saat ini masih tersedia namun tidak banyak," terangnya.

Jika ADP sudah terpenuhi, ujarnya, setidaknya bisa mencegah Covid-19 ini kepada tenaga medis karena mereka ujung tombak dalam penanganan pasien.

"Saat ini ada 2 orang yang dikarantina, sebab batuk dan pilek. Keduanya merupakan perawat RSUP M Djamil dan statusnya sekarang ODP," terangnya.

Ia menambahkan saat ini M Djamil sudah memblok paviliun embun pagi yang biasa dipakai untuk rawat pasien biasa untuk perawatan tenaga medis yang memang memerlukan perawatan.

Sementara itu, mengenai tenda di M Djamil, Dovy mengatakan bahwa itu adalah bantuan BNPB untuk antisipasi kalau ada ruang penuh akan dialihkan ke tenda tadi.

"Tenda itu dibuat sedemikian rupa, ada AC nya, jadi bukan dalam keadaan darurat. Kita mengantisipasi. BNPB sudah punya SOP tersendiri untuk mendistribusikan tenda tersebut," jelasnya.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga