Babak Baru Kasus Prostitusi Daring di Padang: Polisi Limpahkan Berkas Kasus NN ke Kejaksaan

Babak Baru Kasus Prostitusi Daring di Padang Polisi Limpahkan Berkas Kasus NN ke Kejaksaan NN saat digerebek di Hotel Kyad Bumi Minang beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) telah melimpahkan kasus prostitusi daring yang melibatkan seorang pekerja seks komersial berinisial NN (26) dan muncikarinya AS (24) ke kejaksaan.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan bahwa berkas NN dan AS telah dirampungkan pihak kepolisian. "Penyidik sudah melimpahkan berkasnya kemarin kepada kejaksaan. Sudah tahap satu," ujarnya saat diwawancarai oleh wartawan di ruangannya di Polda Sumbar, Jumat (28/2/2020) sore.

Meski penahanan salah seorang tersangka yakni NN ditangguhkan, Stefanus menjelaskan bahwa proses hukumnya masih tetap berlanjut.

Terkait NN, diketahui, Polda Sumbar telah meminta keterangan dua orang saksi ahli. Dua saksi ahli tersebut yaitu saksi ahli UU ITE dan saksi ahli agama.

"Karena ini bersifat online pakai sistem chatting dan UU yang diterapkan adalah UU ITE. Makanya kita perlu bantuan saksi ahli UU ITE," ujar Stefanus kepada rekan-rekan wartawan usai konferensi pers tentang pengungkapan kasus peredaran narkoba di Mapolda Sumbar, Kamis (6/2/2020).

Dia mengatakan, dalam menyelidiki kasus NN, Polda Sumbar juga berencana memanggil saksi ahli agama. "Tujuannya yang berkaitan dengan kesusilaan. Ini kan berkaitan dengan prostitusi," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, NN digerebek oleh Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade di salah satu hotel di Kota Padang, Minggu (26/1/2020).

Kasus ini mencuat kembali setelah Covesia berhasil memperoleh pengakuan NN bahwa dia dipakai oleh pelanggannya di kamar hotel tersebut. Meski demikian, hingga sekarang, identitas orang yang telah menggunakan jasanya belum terungkap. 

Atas desakan berbagai pihak, penahanan NN akhirnya ditangguhkan oleh pihak kepolisian. Meski demikian, proses hukumnya masih tetap berlanjut. 

(fkh/lif)

Berita Terkait

Baca Juga