Polisi Pasang 'Police Line' di RSUD Pariaman

Polisi Pasang Police Line di RSUD Pariaman Bangunan Bangsal Penyakit Dalam RSUD Pariaman yang di segel polisi (Foto: Covesia/Peri Musliadi)

Covesia.com -  Anggota Satreskrim Unit Tipikor Polres Pariaman pasang garis polisi(police line) pada bangunan Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman, Sumatera Barat. Pemasangan itu dilakukan pada Kamis (27/2/2020), diduga karena adanya temuan merugikan negara dalam proyek pembangunan tersebut.

Kepala Polisi Resor Pariaman, AKBP Andry Kurniawan membenarkan terkait pemasangan garis polisi tersebut. Pihaknya menyegel bangunan itu karena ada indikasi kerugian negara dalam pembangunannya. 

"Tadi siang Anggota Satreskrim Unit Tipikor yang melakukan pemasangan garis polisi tersebut," kata Andry pada Kamis (27/2/2020).

Lanjut Andry, selain adanya temuan kerugian negara dalam pembangunan itu, juga ada dugaan unsur melawan hukum di sana.

"Tapi ini masih dalam ranah penyelidikan, namun kalau kami temukan dalam waktu dekat ini ada unsur tadi, maka akan kami lakukan penyidikan," ucapnya. 

Sedangkan kata Andry, untuk saat ini pihaknya belum menetapkan tersangkanya dalam kasus tersebut. Pihaknya masih melihat dulu unsur melawan hukumnya.

"Setelah nanti kami temukan baru kami gelarkan siapa yang paling bertanggungjawab terhadap pembangunan itu," jelasnya. 

Hingga saat ini, proses pembangunan Bangsal tersebut belum dapat difungsikan sesuai dalam perencanaannya, artinya masih terbengkalai.

Sementara itu, Kepala Bidang Keuangan dan Perencanaan RSUD Pariaman, Basri menyebutkan, proyek pembangunan Bangsal Penyakit Dalam RSUD Pariaman itu mulai dibangun tahun 2016 lalu, putus kontrak atau wanprestasi.

"Sedangkan dana yang dialokasikan dalam pembangunan itu ada sekitar 7,4 miliar," katanya saat dihubungi covesia.

Dikatakan Basri, pembangunan itu seharusnya dilakukan dua priode, tapi anggaran tidak cukup. Namun karena pihak perusahaan tidak bisa menyelesaikan pembangunan itu diperiode pertama, sehinga periode kedua tidak dilanjutkan lagi dan terbengkalai.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga