Pengamat: Jika Ingin Selamatkan Suara di Pilgub Sumbar, Gerindra Harus Copot Andre Rosiade

Pengamat Jika Ingin Selamatkan Suara di Pilgub Sumbar Gerindra Harus Copot Andre Rosiade Ketua DPC Gerindra Sumbar yang juga Anggota DPR RI Andre Rosiade (Foto: Covesia)

Covesia.com - Beberapa waktu belakangan ini, Partai Gerindra tengah menjadi sorotan di Sumatera Barat bahkan hingga ke tingkat nasional. Hal ini lantaran penggerebekan pekerja seks yang dilakukan oleh Ketua DPD Gerindra Sumbar yang juga Anggota DPR RI Andre Rosiade.

Partai Gerindra sendiri telah menyatakan bahwa Andre tak bersalah dalam aksi penggerebekan terhadap pekerja seks (NN) 26 di Padang beberapa waktu lalu. Bahkan Gerindra seolah memberi lampu hijau terhadap tindakan Andre.

Baca: Soal Dugaan Penjebakan NN, MKP Gerindra Simpulkan Andre Rosiade Tidak Bersalah

Namun demikian,  masyarakat Sumbar mengecam tindakan Andre yang diduga dengan sengaja menjebak NN. Karena cara yang dilakukannya tidak tepat.

Menanggapi hal itu Pengamat Politik Arbi Sanit menilai Gerindra harus mengambil keputusan yang tegas atas permasalahan ini, jika ingin menyelamatkan perolehan suara dan dukungan masyarakat di Pilgub Sumbar 2020 yang notabene merupakan lumbung suara Gerindra.

Diketahui, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu, Gerindra merupakan partai pemenang di Sumbar.

"Kalau Partai Gerindra tidak bersikap kepada Andre, masyarakat juga tidak senang (dan) akibatnya nanti kehilangan akar," ungkapnya melalui telepon kepada Covesia.com, Kamis (27/2/2020).

Menurut Arbi, Gerindra harus mengambil pilihan, mengorbankan suara jika mempertahankan Andre Rosiade atau menyelematkan partai dengan mencopotnya sebagai Ketua DPD Gerindra Sumbar.

"Jadi gini, Gerindra tinggal pilih, dia mau berkorban suara tentunya kehilangan pemilih kalau mempertahankan atau membela Rosiade, tapi kalau mau menyelematkan partainya dan apalagi menambah suara justru harus memberhentikan atau memecat atau mencopot Andre Rosiade," terang dosen Universitas Indonesia itu.

Lebih lanjut Arbi mengatakan, adat istiadat di Sumbar yang sangat menghormati perempuan membuat masyarakat sangat mengecam tindakan penjebakan pekerja seks yang dilakukan Andre.

"Di Sumbar itu perempuan itu macam (seperti) penguasa, nah dia (Andre) melecehkan perempuan, memperalat walaupun itu namanya pelacur dia (NN) itu perempuan. Bukan pelacurnya yang dilihat (masyarakat) tapi perempuan (yang dikorbankan)," tambahnya.

Baca Juga: Andre Rosiade Dinilai Kehabisan Argumen Tuding Cuma Ahokers yang Tak Setuju Penggerebekan PS 

Sementara itu, Covesia mencoba mengkorfirmasi ke Andre Rosida via Telepon dan pesan aplikasi Whatsapp, namun belum mendapatkan respon.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga