MTQ Nasional Diundur Ke Agustus Lantaran Juli Pemberangkatan Jamaah Haji

MTQ Nasional Diundur Ke Agustus Lantaran Juli Pemberangkatan Jamaah Haji MTQ Nasional 2020 di Sumbar

Covesia.com - MTQ Nasional yang direncanakan akan diselenggarakan di Sumbar diundur ke bulan Agustus. Hal tersebut lantaran bulan Juli adanya pemberangkatan jamaah haji.

"Perubahan penyelenggaraan MTQ yang semula 18 Juli- 28 Juli diundur menjadi tanggal 20 Agustus sampai tanggal 29 Agustus," ungkap Ketua LPTQ Sumbar, Damri Tanjung kepada wartawan, Selasa (25/2/2020).

Alasan diganti jadwal karena bertepatan dengan pemberangkatan jamaah haji. "Jamaah haji berangkat tanggal 25 Juni sampai 25 Juli. Kalau kita laksanakan pada tanggal 18 Juli bertepatan dengan waktu pemberangkatan," jelasnya.

"Kemudian Mentri agama selaku Amil haj tentu tidak bisa hadir maka terjadilah perubahan yang disepakati tanggal 20 Agus sampai tanggal 29 Agus," terang Damri.

Dikatakan Damri tidak ada dampak negatif dari pengunduran ini. Malahan beruntung karena dapat memantapkan peserta.

Selanjutnya, Damri menjelaskan ada 12 titik lokasi lomba MTQ, yakninya, Mesjid Raya, UNP, UIN IB, Unand, Gedung Rohana Kudus, Mesjid Nurul Iman, Mesjid Pantai Padang dan tempat lainnya.

"Jumlah tempat memang tidak 12 namun ada di beberapa lokasi ada 2 venue, yakninya fahmil Qur'an dan Khatil Quran di UNP,  Sarhil Qur'an dan tafsir bahasa Arab di UIN Imam Bonjol," jelasnya.

Tanggal 31 Maret kita lounching MTQ Nasional yang dihadiri oleh provinsi seluruh Indonesia.

Dikatakan Damri, tanggal 20 Agustus sudah datang kafilah, sudah dilakukan pendaftaran peserta. Tanggal 21 malam ta'aruf pelantikan dewan hakim, tanggal 22 pembukaan, terus nanti tanggal 29 sudah berakhir acara dan pemulangan kafilah.

"Kendala tidak ada yang prinsip sebenarnya karena kita memang siap itu sarana prasarana yang mendukung, kita survei hotel, perguruan tinggi, aula-aula kita yang representatif cukup banyak. Cuma yang sedikit memicu itu tenaga kita untuk mempersiapkan mainstadion. Karena yang kita buat adalah mainstadion bertaraf internasional sehingga siang malam dikerjakan tapi insyaallah siap untuk MTQ," ujarnya.

Untuk peserta asal Sumbar, sudah disiapkan semenjak 2019. Ada 116 peserta yang dilatih, namun yang akan didaftarkan sebanyak 56 peserta di luar ofisial.

Sementara itu dikatakan Damri jumlah peserta MTQ ialah 56 orang perprovinsi 54 peserta + 2 pendamping  cacat netra putra putri kali 34 provinsi. "Tapi biasanya provinsi mengirim di atas 100 ada 150, sekarang yang melapor DKI ada 150, Banten 100 orang rata-rata di atas seratus," jelasnya.

Sedangkan untul pendaftaran peserta dimulai 1 April secara online masing-masing provinsi. Itu ada tahapan-tahapan verivikasi nya sampai pertengahan Juni itu dilakukan teknikal meeting.

Di akhir, Ia berharap Sumbar yang pernah menjadi penyelenggara MTQ tahun 1983 dapat kembali mengukir sejarah kembali  sukses menyelenggarakan MTQ administrasi juga prestasi.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga