Wilayah Pesisir Sumbar Rawan Likuifaksi, Begini Penjelasan Ahli Geoteknik ITP

Wilayah Pesisir Sumbar Rawan Likuifaksi Begini Penjelasan Ahli Geoteknik ITP Ahli Geoteknik Institut Teknologi Padang (ITP) Herman (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Ahli Geoteknik Institut Teknologi Padang (ITP) Herman mengungkapkan pesisir pantai Sumatera Barat merupakan daerah rawan likuifaksi.

Menurut Herman hal ini diakibatkan karena adanya kandungan air tanah dan lapisan tanah lepas berbutir halus di bawah permukaan bumi di kawasan pesisir Sumbar.

" Likuifaksi merupakan proses pencairan tanah yang disebabkan oleh adanya guncangan mendadak seperti gempa bumi, dan biasanya terjadi di daerah yang memiliki kandungan air tanah dan lapisan tanah lepas berbutir halus. Hubungannya dengan Sumatera Barat, likuifaksi berpotensi terjadi di daerah pesisir pantai," ujar Dosen Jurusan Teknik Sipil ITP itu saat dihubungi Covesia via telepon, Selasa (25/2/2020).

Ia menyebut bahwa daerah di bagian pesisir yang memiliki potensi likuifaksi di Sumbar seperti Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman.

"Karena daerah kita rawan gempa, maka itu (likuifaksi) bisa terjadi," ujarnya. 

Herman menegaskan bahwa likuifaksi tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba. Likuifaksi, kata Herman, terjadi pasti dipicu oleh guncangan atau gaya mendadak seperti gempa bumi. 

"Kalau kita lihat dari hasil penelitian, di daerah bagian pesisir, ada tanah yang memiliki lapisan keras lalu di bawahnya ada tanah berbutir halus. Rawannya ini tergantung tebalnya lapisan yang di atas (tanah yang keras) dan besarnya guncangan gempa yang terjadi," jelasnya pula.

Lebih lanjut, Herman mengimbau masyarakat, pihak swasta, atau instansi pemerintah yang ingin membangun gedung bertingkat di kawasan rawan likuifaksi hendaknya melakukan penelitian tanah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menyelidiki potensi likuifaksi yang bakal terjadi. Sementara itu, pondasi yang harus digunakan harus pondasi dalam. 

Selain itu, bagi masyarakat yang ingin membangun rumah, hendaknya memperhatikan bahwa rumah yang dibangun tersebut adalah tahan gempa. 

"Untuk daerah di Sumbar, masyarakat hendaknya membangun rumah tahan gempa. Kalau ada yang ingin membangun gedung, hendaknya dilakukan penelitian tanah terlebih dahulu," jelasnya. 

(fkh/utr)

Berita Terkait

Baca Juga