Jika Disahkan, Satpol PP Padang akan ''Eksekusi'' Perda Jam Malam bagi Pelajar Pekan Depan

Jika Disahkan Satpol PP Padang akan Eksekusi Perda Jam Malam bagi Pelajar Pekan Depan Ilustrasi - Satpol PP Kota Padang saat mengawal aksi unjuk rasa di kantor Balaikota Padang. Sumber: Istimewa

Covesia.com - Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Padang siap menjalankan aturan terkait larangan pelajar beraktivitas di luar rumah lewat 23.00 WIB. Aturan tersebut termuat dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum yang akan disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang dalam pekan depan.

"Jika Perda ini disahkan, maka Satpol PP pasti akan menjalankannya," ujar Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi kepada Covesia, Senin (24/2/2020).

Dia menjelaskan, revisi Perda tersebut sebenarnya diusulkan Satpol PP Kota Padang. Hal ini dikarenakan Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum tersebut tidak cocok dengan kondisi kekinian. 

Salah satunya banyak aksi kriminalitas yang dilakukan oleh remaja berusia sekolah. Oleh karena itu, perlu direvisi oleh DPRD Kota Padang.

Satpol PP Padang, kata Alfiadi, memang mengusulkan agar ada tambahan pasal terkait batas jam malam bagi pelajar. 

Meski demikian, Satpol PP Kota Padang tidak pernah meminta DPRD Kota Padang bahwa batas jam malam bagi pelajar itu adalah 23.00 WIB. 

Hal tersebut, kata Alfiadi, merupakan hasil pembahasan DPRD Kota Padang yang tergabung dalam Panitia Khusus II Perubahan Perda Nomor 11 Tahun 2005.

Lebih lanjut, Alfiadi menjelaskan bahwa tidak mungkin pelajar beraktivitas lagi di luar rumah lewat dari 23.00 WIB. Pihaknya, kata Alfiadi, berada dalam posisi mengamini keputusan legislasi. 

"Mana anak sekolah ada yang keluyuran malam hari? Tidak mungkin itu. Yang jelas kami Satpol PP mengusulkan perlu untuk menetapkan batas jam malam bagi pelajar," ujarnya. 

Satpol PP Kota Padang saat ini memiliki 400 personel. Ketua Panitia Khusus II Perubahan Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum Budi Syahrial saat dihubungi Covesia menjelaskan bahwa dalam menegakkan Perda tentang Ketertiban Umum akan dibantu oleh Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). 

"Satlinmas tersebut rencananya akan dibentuk oleh Satpol PP Padang di setiap kelurahan dan kecamatan. Satlinmas tersebut diisi oleh tokoh-tokoh masyarakat yang berada di kelurahan atau kecamatan. Ini modelnya seperti siskamling," ujarnya. 

Menurut anggota DPRD Kota Padang dari fraksi Partai Gerinda tersebut, jam di atas 23.00 WIB bukan jam bagi pelajar untuk beraktivitas di luar rumah. 

Menurutnya, aturan batas jam keluar rumah itu efektif untuk menangkal aksi kriminalitas yang dilakukan oleh pelajar, seperti tawuran, balap liar, isap lem, dan sebagainya.

Budi mengatakan bahwa revisi Perda tersebut merupakan hasil permintaan masyarakat. Sebelum Perda ini dibahas, kata Budi, DPRD Kota Padang juga sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, seperti ninik mamak dan Komite Nasional Pemuda Indonesia.

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga