Cabuli Siswi, Kepala Sekolah di Mentawai Dibekuk Polisi

Cabuli Siswi Kepala Sekolah di Mentawai Dibekuk Polisi Ilustrasi

Covesia.com - Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Sipora Selatan berinisial V (52) diduga mencabuli siswinya yang masih berusia 10 tahun di ruang kerja kepala sekolah. 

Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Waka Polsek) Sipora, Ipda Doni,  mengatakan pihaknya sudah mengamankan oknum kepala sekolah tersebut pada Senin, (10/2/2020). Pelaku diamankan petugas sesuai Laporan Polisi model B dengan nomor LP : 02/ll/2020 Polsek Sipora tertanggal 6 Februari tahun 2020 yang di laporkan oleh pihak korban beberapa hari lalu. "Ia kita mengamankan seorang kepala SD," kata Ipda Dodi dilansir dari Mentawaikita.com, Selasa (11/2/2020).

Menurut informasi, awalnya pelaku dilaporkan oleh pihak keluarga korban sebab pelaku melakukan penamparan kepada korban di bagian pipi, penamparan dilakukan karena korban tidak mau datang ke ruang kerjanya setelah seorang temannya memanggil untuk mengadap kepala sekolah.

Lantaran korban tak kunjung datang pelaku menemuhi korban, lalu oknum kepala sekolah bertanya kepada korban apakah pesan yang disampaikan seseorang sudah sampai atau belum, namun pengakuan korban pesan sudah disampaikan, tapi korban tidak mau mengadap kepala sekolah, disitulah oknum tersebut menampar korban.

"Awalnya kita melakukan penangkapan karena ada laporan pihak keluarga bahwa korban SY ditampar oleh pelaku V, setelah kita dalami ternyata ada kasus lain selain penamparan itu," ujar Ipda Doni.

Sebelum penangkapan, pihak keluarga korban dan pelaku sudah menyelesaikan masalah penamparan secara kekeluargaan dan adat yang berlaku di daerah tersebut bersama pemerintah setempat yaitu pihak dusun.

"Pihak pelaku bersama kepala dusun meminta damai, kalau kita boleh-boleh saja damai, namun untuk proses hukum tetap kita jalankan karena ini menyangkut anak. Kita masih tetap mendalami kasus ini sejauh mana dan berapa kali pelaku melakukan aksinya," lanjut Doni.

Setelah melakukan pendalaman kasus, akhirnya terkuak V sebagai pelaku telah melakukan pencabulan terhadap korban, bahkan kata Ipda Doni sementara pelaku sudah tiga kali melakukan aksi tak senonohnya. 

Menurut Doni, aksi pelaku sudah lama dilakukan, namun baru ketahuan saat ini. Saat ini pelaku sudah diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sioban Kecamatan Sipora Selatan, dan pelaku bisa saja dijerat Undang-Undang Pasall 82 ayat (2) UU RI No. 35 tahun  2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga