Mabes Polisi Tolak Laporan Terhadap Andre Rosiade soal Kasus Pekerja Seks, Ini Alasannya

Mabes Polisi Tolak Laporan Terhadap Andre Rosiade soal Kasus Pekerja Seks Ini Alasannya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono. Foto: Antara

Covesia.com - Polisi menolak laporan dari Jaringan Aktivis (Jarak) Indonesia terhadap anggota DPR RI Andre Rosiade sehubungan kasus pekerja seks NN (26) dan muncikari AS (24) di Padang, Sumatera Barat. Polisi menebut laporan itu ditolak lantaran berkas laporan tidak lengkap.

"Tentunya dari SPKT Mabes Polri mempunyai standar operasional jika ingin melaporkan sesuatu ada langkah-langkahnya. Jadi jangan sampai tidak lengkap. Harus ada barang bukti apa harus dibawa," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, seperti dilansir detikcom, Selasa (11/2/2020).

Argo mengatakan, saat hendak melaporkan, haruslah ada barang bukti yang disertakan. Barang bukti tersebut, kata dia, harus lengkap dan terkait dengan pasal apa yang hendak dilaporkan.

"Ya tentunya harus ada, misalkan yang dilaporkan apa. Misalkan yang dilaporkan ITE harus ada cropnya, atau videonya dan lain sebagainya," katanya.

Diketahui, Jaringan Aktivis (Jarak) Indonesia hendak melaporkan anggota DPR RI Andre Rosiade ke Bareskrim Polri. Jarak Indonesia menduga Andre memiliki kepentingan politik dalam penggerebekan PSK atas nama N (26) dan muncikari AS (24) di Padang, Sumatera Barat. Namun laporan itu tidak diterima.

"Dibilang diterima sih, bukan artinya tidak diterima ya. Intinya baru secara follow up saja gitu. Kita buat, kita masih disuruh pembuktian, alat-alat bukti seperti percakapan, pesan, video yang belum kami bawa sepenuhnya nanti, nanti kami bawa untuk kelengkapan bukti pelaporan," kata anggota DPP Jarak Indonesia Donny Manurung di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/2).

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga