Diminta Buat Laporan ke Polda, Walhi: Tambang Emas Ilegal Nyata di Sumbar, Tidak Perlu Delik Aduan

Diminta Buat Laporan ke Polda Walhi Tambang Emas Ilegal Nyata di Sumbar Tidak Perlu Delik Aduan Aktivitas eskavator terkait penambangan emas ilegal di Pasaman. Foto: Dok. Walhi Sumbar

Covesia.com - Polda Sumbar meminta Walhi Sumbar membuat laporan terkait hasil temuan organisasi lingkungan hidup non-profit itu tentang tambang emas ilegal yang kembali masif beroperasi di Nagari Cubadak Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumbar. Walhi pun memberi tanggapan berbeda.

Baca juga: Soal Tambang Ilegal di Nagari Cubadak Pasaman, Polda Sumbar Minta Walhi Buat Laporan

Staf Advokasi dan Penegakan Hukum Walhi Sumbar, Zulpriadi menyatakan bahwa pihak kepolisian seharusnya bisa lebih berperan aktif dalam pemberantasan tambang emas ilegal di Sumbar. 

"Tambang emas ilegal merupakan salah satu tindak pidana karena beraktivitas tanpa surat izin penambangan," ujarnya kepada Covesia, Senin (10/2/2020).

Dia mengatakan, tambang ilegal tidak hanya ada di Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman. Sebelumnya, berdasarkan hasil investigasi Walhi Sumbar, tambang emas ilegal juga ditemukan beroperasi di Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Sawahlunto, dan sebagainya. 

"Tambang emas ilegal itu sudah sangat nyata. Bahkan sudah menjadi rahasia umum. Seharusnya pihak kepolisian harus berperan aktif dalam melakukan penindakan," ujarnya. 

Baca juga: Walhi Sumbar Duga Pemodal Tambang Ilegal di Nagari Cubadak Oknum Pemkab Pasaman

Zulpriadi menegaskan bahwa, dalam melakukan penindakan terhadap tambang emas ilegal, pihak kepolisian tidak perlu menunggu aduan. Hal ini dikarenakan tambang emas ilegal merupakan tindak pidana yang tidak perlu delik aduan. 

"Kami berharap Polda Sumbar bisa menindak tegas tambang ilegal di Sumbar," ujarnya.

Lebih lanjut, jika Polda Sumbar ingin mengajak berdiskusi tentang hasil investigasi, Walhi Sumbar bersedia. 

"Jika kami diundang, kami siap untuk membeberkan fakta-fakta yang ditemukan Walhi," ujarnya. 

Baca juga: Tambang Ilegal Kembali Marak di Pasaman, Sumber Air Bersih di 7 Nagari Terancam

Untuk saat ini, Walhi Sumbar menunggu respon dari Polda Sumbar dan Polres Pasaman dalam pemberantasan tambang emas ilegal. 

"Jangan tunggu bencana dulu, jangan tunggu kritik Walhi dulu, jangan tunggu aduan dulu, baru polisi bergerak," ujarnya. 

Liha juga: [INFOGRAFIS] Investigasi Walhi: Tambang Emas Ilegal di Pasaman, 7 Eskavator Beroperasi

Sebelumnya diberitakan, tambang emas ilegal kembali beroperasi di Nagari Cubadak Kabupaten Pasaman. Berdasarkan investigasi Walhi Sumbar, ada 7 eskavator yang beroperasi di 5 titik di nagari tersebut. 

(fkh/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga