Aktivis dan Relawan Greenpeace Desak Pemerintah Ikut Serta dalam Perjanjian Laut Internasional

Aktivis dan Relawan Greenpeace Desak Pemerintah Ikut Serta dalam Perjanjian Laut Internasional Teks foto: Sejumlah aktivis dan relawan Greenpeace Padang Lakukan Aksi damai Desak Pemerintah Ikut andil dalam perjanjian laut internasional, di depan tugu merpati perdamaian, Minggu (9/2/2020).Foto: Istimewa

Covesia.com - Hari ini secara serentak aktivis dan relawan Greenpeace Indonesia di tujuh kota yakninya, Jakarta, Makassar, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, dan Padang lakukan aksi damai di depan kantor pemerintahan dan ikon kota.

Aksi ini bertujuan untuk mendorong pemerintah ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya Perjanjian Laut Internasional (Global Ocean Treaty). Akan ada pertemuan di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada Maret mendatang.

"Greenpeace sedang berkampanye untuk sebuah kesepakatan global ambisius yang memungkinkan terciptanya jaringan suaka lautan, bebas dari aktivitas manusia yang berbahaya. Aksi ini juga untuk terbentuknya 30 persen daerah suaka laut," ungkap koordinator aksi Greenpeace Padang, Taufik Saputra kepada Covesia, Minggu (9/2/2020).

Lebih lanjut, Taufik mengatakan  aktivis dan relawan greenpeace menggunakan kostum pinguin dan meminta petisi kepada masyarakat.

Tak hanya itu aksi sore ini juga bentuk kampanye penyelamatan penguin yang dilakukan di depan tugu merpati perdamaian, Padang.

Greenpeace menyuarakan bagaimana keselamatan penguin. Jumlah populasi penguin yang semakin menurun menjadi petanda bagi keberlangsungan kehidupan laut.

Populasi penguin yang menghilang secara nyata, enam dari tujuh spesies penyu menghadapi kepunahan, jutaan hiu terbunuh oleh industri penangkap ikan, hingga perut paus yang penuh sampah plastik.

"Ini menjadi tanggungjawab bersama. Kita harapkan pemerintah hadir dalam Perjanjian Laut Internasional di bulan Maret nanti," harapnya.

(lia/adi)

Berita Terkait

Baca Juga