Waketum Gerindra Nilai NN Dikorbankan Demi Politik Kerakusan dan Kesombongan Andre Rosiade

Waketum Gerindra Nilai NN Dikorbankan Demi Politik Kerakusan dan Kesombongan Andre Rosiade Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Covesia.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menilai Andre Rosiade telah mengorbakan pekerja seks NN (26) demi politik kerakusan dan kesombongannya dalam menjalankan kekuasaan.

Hal ini disampaikan Arief Puyuono kepada Covesia.com melalui pesan singkat aplikasi Whatsapp, Jumat (7/2/2020) malam menanggapi skandal penggerebekan pekerja seks yang diduga sengaja di jebak oleh Anggota DPR RI yang juga kader Gerindra  Andre Rosiade pada Minggu (26/1/2020) lalu.

Baca: Jeritan Hati NN di Balik Jeruji: Saya 'Dipakai' Dulu Baru Digerebek

"Seorang wanita di Kota Padang yang terpaksa karena sulitnya perekonomian untuk menghidupi anaknya sehingga dengan berat hati berstatus PSK harus dijebak untuk membuat politikus, itu menjadi seperti paling hebat, dan sombong," ungkap Arief.

Baca: Merasa Dirugikan Andre Rosiade, PHRI: Kami Siap Buka CCTV!

Menurut Arief seharusnya sebagai wakil rakyat Andre membantu menyelesaikan permasalahan sosial yang dihadapi para wanita yang kesulitan mencari nafkah itu, namun ia justru menjadikannya alat pencitraan.

"Dan (NN) harus berurusan dengan hukum (Sekarang). Mau jadi apa negara ini kalau seperti ini?" kata Arief.

Tak hanya itu, Arief menilai Andre sudah membuat malu Partai Gerindra dan pastinya DPP Gerindra akan mengambil langkah tegas terhadap permasalahan ini.

"Karena banyak wanita yang menjadi PSK--saat pemilu--berharap kepada Gerindra dan Prabowo. Terbukti di area prostitusi di Jakarta Utara, Partai Gerindra paling banyak dipilih. Jangan sakiti wanita yang sudah terzalimi kehidupannya akibat pejabat-pejabat legislatif dan eksekutive yang korup dan rakus," tambahnya.

Sebelumnya, diketahui Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade menolak dirinya disebut sebagai orang yang merencanakan (pola) penggerebekan praktik prostitusi daring di kamar 606 Hotel Kyriad Bumi Minang, sepekan lalu itu. Baginya, tindakan itu bagian dari memenuhi aspirasi masyarakat dan sebagai shock therapy guna menghilangkan tindak maksiat dari daerah itu.

“Kita mendengar aspirasi dari masyarakat, mendengarkan masukan dari masyarakat bahwa aplikasi MiChat ini dipakai prostitusi online di Kota Padang,” ujarnya kepada Suara.com, jaringan Covesia.com, Selasa (4/2/2020).

Baca: Menolak Disebut ‘’Sutradara’’ Penggerebekan Prostitusi Online, Andre Rosiade: Ini Shock Therapy

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga