Sorot Soal Kasus NN, Komisi III DPR: Enggak Usah Lakukan Aksi Koboi Seperti Pak Andre!

Sorot Soal Kasus NN Komisi III DPR Enggak Usah Lakukan Aksi Koboi Seperti Pak Andre Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan. Sumber: instagram.com/arteriadahlan

Covesia.com - Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menilai, ada sejumlah permasalahan terkait tindakan anggota Komisi VI Andre Rosiade yang melakukan penggerebekan terhadap PSK berinisial NN di Kota Padang, Sumatra Barat. Arteria pun mengingatkan agar jangan ada lagi "aksi koboi" seperti yang dilakukan Andre Rosiade.

Karenanya, Arteria meminta Polda Sumatera Barat bisa bertindak independen dalam mengungkap dugaan kasus tersebut. Diketahui, Andre juga diduga terlibat dalam rencana penjebakan NN sebelum penggerebekan.

"Jadi kalau ini, Andre ini masalahnya ada beberapa hal. Kami minta Polda Sumbar untuk berlaku independen. Jangan mempertontonkan atau melakukan festivalisasi kekuasaan dengan cara-cara yang tidak patut," kata Arteria kepada wartawan, seperti dilansir Suara.com, jaringan Covesia.com, Jumat (7/2/2020).

Arteria juga mengkritik tindakan Andre Rosiade yang mengabadikan momen penggerebekan tersebut dalam video kemudian diunggah ke media sosial sehingga menuai kecaman.

Menurut Arteria, aksi seperti yang dilakukan Andre tak patut dilakukan. Sebab penggerebekan merupakan wewenang kepolisian.

"Enggak usah melakukan aksi-aksi koboi orang sipil seperti Pak Andre. Kan polisi bisa bekerja dalam keheningan, bukan membuat gaduh seperti ini," tutur Arteria.

Arteria mengatakan, dirinya menyangkan tindakan Andre yang dinilai terlalu terlibat jauh dengan ikut aksi penggerebekan. Menurutnya, Andre cukup hanya melaporkan dugaan prostitusi online kepada kepolisian.

"Yang kedua kami juga katakan, ya, sangat disayangkan Pak Andre sampai melakukan seperti itu. Kan cukup dengan melaporkan, biarlah polisi melakukan kerja-kerja kepolisian," kata Arteria.

"Jangan sampai kita yang mencoba memberikan fasilitas. Ini kan memfasilitasi sama saja turut serta melakukan tindak pidana. Apa pun maknanya, pasal yang seperti itu kan masuk di dalamnya," kata Arteria yang pernah menjadi praktisi hukum tersebut.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga