Pakar Komunikasi Politik: Penggerebekan NN oleh Andre Rosiade Itu Politis

Pakar Komunikasi Politik Penggerebekan NN oleh Andre Rosiade Itu Politis Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing. Foto: Antara

Covesia.com - Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai bahwa sulit bagi publik untuk tidak memisahkan penggerebekan pekerja seks oleh Anggota DPR RI Komisi VI Andre Rosiade di Padang dengan motif politik. Menurutnya, tindakan seorang politisi tidak bisa dipisahkan dari sisi politik. 

Memahami perilaku para politisi, anggota partai, dan juga anggota parlemen, semua itu berada di ranah politik, sehingga perilakunya dalam semua aspek kehidupannya tidak bisa kita pisahkan dari aspek politik, sebut Emrus.

"Nah, bukankah dia politisi? Bukankah dia dari suatu partai tertentu? Bukankah partai dia mengusung salah satu kandidat gubernur di sana? Saya kira, tidak bisa kita lihat itu sebagai fenomena yang berdiri sendiri, tetapi suatu fenomena yang saling berinteraksi dengan yang lainnya," tutur Direktur Emrus Corner tersebut kepada Covesia.com melalui sambungan selular, Jumat (7/2/2020).

Ia melanjutkan, kalau tindakan itu dikatakan sebagai tindakan moral, atau untuk membersihkan Sumbar dari praktik-praktik asusila, di satu sisi bisa dibenarkan. Tetapi menurutnya, apakah murni tindakan itu semata-mata sebagai tindakan sosial? 

Maka, katanya, publik sulit untuk menerima argumentasi itu. Karena, sebagai seorang politisi apapun perilakunya tidak bisa lepas dari politik.

Ia menjelaskan, pada diri seorang politisi telah terjadi internalisasi proses politik. Karena setiap perilakunya selalu dipertimbangkan dari aspek politik.

"'Atau bisa saja tindakan-tindakan itu untuk mengangkat popularitas, atau me-reminder posisioning-nya di tengah masyarakat. Bukankah sesudah penggerebekan itu menjadi wacana? Bukankah sesudah penggerebakan itu namanya juga disebut-sebut?" ujar Emrus menjelaskan.

Meski demikian, Emrus menyayangkan sikap Andre yang terlibat langsung dalam proses penggerebekan pekerja seks tersebut. 

Sebagai anggota parlemen, Andre seharusnya cukup melaporkan saja, dan mempercayakan semua proses hukumnya kepada pihak kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

"Percayakan kepada pihak kepolisian untuk memprosesnya sesuai dengan hukum, bagaimana caranya untuk menangkapnya, polisi sangat profesional dan dididik untuk itu. Biarkan polisi bekerja, laporkan saja. Sebagai anggota dewan, sejatinya (dia) memberikan kepercayaan itu kepada pihak kepolisian," lanjut Emrus.

Sementara, tekait pengakuan NN yang menyatakan 'sudah dipakai,' menurut Emrus, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut, benar apa tidaknya hal itu. Namun apabila terbukti benar maka pengguna jasa harus ikut dijerat.

"Apabila benar maka kedua-duanya harus bertanggung jawab," tegasnya.

(adi/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga