Pakar: Aksi Gerebek Prostitusi, Manuver Andre Rosiade Gerus Suara PKS di Pilgub Sumbar

Pakar Aksi Gerebek Prostitusi Manuver Andre Rosiade Gerus Suara PKS di Pilgub Sumbar Sumber: instagram.com/andre_rosiade

Covesia.com - Pakar komunikasi politik dari Universitas Negeri Padang (UNP) Mohammad Isa Gautama menyatakan, penggerebekan prostitusi daring yang dilakukan oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade di kamar 606 Kyriad Hotel Bumi Minang Kota Padang, Sumbar, tidak bisa dilepaskan dari unsur politik. Upaya penggerebekan tersebut dinilai bagian dari manuver Andre selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar dalam rangka menghadapi Pilgub Sumbar 2020.  

"Kalau kita bawa ke definisi paling dasar, secara sederhana, komunikasi politik itu melibatkan dua hal yaitu politikus dan konteks politik. Terkait pengungkapan kasus prostitusi daring yang dilakukan Andre, publik bisa menilai dua hal tersebut terpenuhi," ujarnya kepada Covesia, Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Merasa Dirugikan Andre Rosiade, PHRI: Kami Siap Buka CCTV!

Isa menjelaskan, Andre merupakan politisi asal Sumbar. Dia merupakan anggota DPR RI. Tahun lalu, Andre adalah calon anggota DPR Daerah Pemilihan 1 Sumbar. Apalagi, saat ini, Andre telah ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar. 

"Terkait kasus prostitusi daring yang digerebek Andre, ini bisa kita lihat targetnya menyasar ke kebijakan-kebijakan politis dari Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, bahwa sebenarnya yang kita anggap selama ini Kota Padang sebagai kota religius, wali kotanya orang alim dari partai Islam PKS, ternyata kasus prostitusi ada," ujarnya.

Isa mengatakan, meskipun Andre sendiri membantah upaya penggerebekan tersebut disebut memiliki muatan politis atau murni untuk memberantas maksiat di Kota Padang, publik bisa menilai; bisa jadi hanya retorikanya saja. Kata Isa, upaya penggerebekan tersebut merupakan manuver Andre selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar dalam rangka menghadapi Pilgub Sumbar 2020. 

Secara nasional, Gerindra merupakan partai pemenang ketiga dalam pemilu legislatif 2019 setelah PDIP dan Golkar. Meski demikian, untuk level lokal di Sumbar, Gerindra merupakan partai pemenang pertama pemilu legislatif. 

Baca juga: Penjelasan PHRI Soal Struk Pemesanan Kamar 606 Atas Nama Andre Rosiade

Sementara itu, di Sumbar, dominasi PKS lumayan kuat. Dalam dua kali Pilgub yang lalu, partai ini merupakan partai di mana calon gubernur yang diusungnya menjadi pemenang. 

Sama dengan Gerindra, PKS juga belum menentukan siapa calon yang akan diusung pada Pilgub Sumbar 2020 yang akan diselenggarakan dalam tempo sekitar tujuh bulan lagi. Meski demikian, dari nama yang beredar, calon yang akan diusung PKS adalah Mahyeldi Ansharullah yang merupakan Walikota Padang. 

"Untuk Gerindra sendiri masih belum jelas siapa calon yang akan diusung. Karena saat ini ada beberapa nama yang beredar. Mungkin bisa jadi Andre ini ingin mengetes popularitasnya di Sumbar atau bisa jadi dia dimanfaatkan oleh tokoh (calon) lain," ujarnya.

Baca juga: Andre Ikut Gerebek NN di Padang, Pengamat: Apakah Bajunya Tak Kebesaran

Kata Isa, penggerebekan prostitusi daring yang dilakukan oleh Andre sebagai manuver politik untuk menjatuhkan elektabilitas Mahyeldi sebagai salah satu calon gubernur dalam Pilgub Sumbar. 

Isa tidak memungkiri bahwa masyarakat Sumbar sangat fanatik dengan agama.

"Jadi, kalau ada orang yang seolah-olah fanatik membela kebenaran, akan cepat naik tuh rating-nya. Terserah caranya bagaimana. Apalagi orang-orang di 'kampung' pasti akan membaca dari kulit luar. Mereka tidak peduli apakah (penggerebekan Andre) itu adalah jebakan," ujarnya. 

Lebih lanjut, Isa juga mengatakan bahwa cara komunikasi Andre harus dikoreksi. "Bagaimana pun dia adalah aset, politisi muda dari Sumbar. Karir masih panjang. Jangan karena mau meningkatkan elektabilitas seseorang malah melakukan cara yang tidak sesuai peraturan," ujarnya. 

(fkz/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga