Andre Ikut Gerebek NN di Padang, Pengamat: Apakah Bajunya Tak Kebesaran

Andre Ikut Gerebek NN di Padang Pengamat Apakah Bajunya Tak Kebesaran Wendra Yunaldi (twitter.com)

Covesia.com - Lebih dari sepekan NN meringkuk di dalam jeruji tahanan Mapolda Sumatera Barat sejak digelandang usai digerebek di salah satu Hotel berbintang di Kota Padang.

NN (26) ditangkap di kamar 606 Hotel Kyriad Bumi Minang, Kota Padang, Sumbar bersama salah seorang terduga mucikari berinisial AS. NN mengaku sempat 'di pakai' sebelum digerebek pihak kepolisian bersama puluhan orang lainnya, informasi tersebut mematik polemik, sehingga pro dan kontra terjadi di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Hukum dari Universitas  Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar), Wendra Yunaldi menyatakan bahwa terkait kasus prostitusi dengan dugaan  'penjebakan' yang diduga melibatkan salah seorang anggota DPR RI merupakan dua hal yang berbeda.

Dia berpendapat, hal ini harus dilihat secara jernih, Apakah penggerebekan yang dilakukan itu dilakukan sebagai kontrol sosial seorang wakil rakyat, atau ada unsur politik?

Dilanjutkannya, apabila yang dilakukan tersebut sebagai bagian dari kontrol sosial maka tidak masalah dan perlu di apresiasi, namun kalau tujuan dilakukannya penggerebekan sebagai manuver politik maka itu tidak bisa dibenarkan.

 "Ada beberapa fakta hukum, yang pertama ada penangkapan PSK, kemudian ada cara yang debatable apakah dia dijebak atau tidak. Itu satu perkara yang lain,"  tuturnya kepada Covesia melalui sambungan seluler, Kamis (6/2/2020).

Ia menilai, kasus prostitusi yang dijaring tersebut merupakan  sebuah fakta yang terjadi di Sumatera Barat. Dan hal tersebut haruslah mendapat perhatian serius dari berbagai pihak untuk mengatasinya. 

"Permasalahan adanya dugaan penjebakan itu permasalahan lain lagi. Ini harus dipisahkan," tegasnya lagi.

Ia menjelaskan, terkait alat bukti yang sah untuk di bawa ke pengadilan sudah ada dalam KUHAP dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengatur permasalah tersebut.

"Itu sudah jelas. Bisa dibawa ke pengadilan untuk menguji kebenaran proses dan barang bukti," jelasnya.

Terkait langkah Andre yang terlibat dalam proses penggerebekan  bersama pihak kepolisian beberapa waktu lalu, dengan satire Wendra menyatakan bahwa tidak melanggar aturan meski bukanlah tugas utamanya sebagai wakil rakyat.

"Sebenarnya perlu di apresiasi Bang Andre mendengarkan aspirasi masyarakat dan mau turun langsung kelapangan, Tapi sebagai anggota DPR RI apakah bajunya tidak kebesaran. Artinya apakah tidak ada anggota DPRD yang bisa melakukan itu,"ucap Wendra Yunaldi

"Substansinya, ada satu fakta bahwa ada praktek prostitusi di Padang. Fakta yang lain apakah pengegerebekan ini benar atau salah, itu fakta yang lain. Bagaimana nanti biarlah pengadilan yang memutuskan," tuturnya mengakhiri.

Diketahui sudah lebih dari sepekan Polda Sumbar meringkus NN (26), seorang wanita pekerja seks di Hotel Kryad Bumi Minang Kota Padang Provinsi Sumbar. NN saat ini ditahan oleh penyidik Polda Sumbar. Meski demikian, pertanyaan tentang siapa lelaki yang berada di Ruang 606 bersama NN masih samar. 

Saat dihubungi Covesia via telepon pada hari kejadian, Minggu (26/1/2020), Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan bahwa kasus prostitusi tersebut terungkap berkat adanya informasi dari anggota DPR RI Andre Rosiade.

Andre Rosiade, kata Stefanus, ingin membuktikan bahwa di Kota Padang banyak terjadi prostitusi daring. 

Setelah itu, beredar informasi bahwa pria bersama NN adalah "orang suruhan" Andre Rosiade. Orang tersebut diduga dibayar Andre untuk menjebak NN dengan tujuan membuktikan prostitusi daring itu memang nyata di Kota Padang. 

(adi)


Berita Terkait

Baca Juga