Polda Sumbar Akan Minta Keterangan Ahli ITE dan Agama Terkait Kasus NN

Polda Sumbar Akan Minta Keterangan Ahli ITE dan Agama Terkait Kasus NN Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Stefanus Budi Setianto.
Covesia.com - Dalam menangani kasus NN (26), Polda Sumbar berencana meminta keterangan dua orang saksi ahli. Dua saksi ahli tersebut yaitu saksi ahli UU ITE dan saksi ahli agama.

"Karena ini bersifat online pakai sistem chatting dan UU yang diterapkan adalah UU ITE. Makanya kita perlu bantuan saksi ahli UU ITE," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Stefanus Budi Setianto kepada rekan-rekan wartawan usai konferensi pers tentang pengungkapan kasus peredaran narkoba di Mapolda Sumbar, Kamis (6/2/2020).

Dia mengatakan, dalam menyelidiki kasus NN, Polda Sumbar juga berencana memanggil saksi ahli agama. "Tujuannya yang berkaitan dengan kesusilaan. Ini kan berkaitan dengan prostitusi," ujarnya. 

Lebih lanjut, Stefanus mengatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan oleh Polda Sumbar. Selain NN selaku pekerja seks, pihak kepolisian juga menetapkan status tersangka kepada AS (24) sebagai muncikari. Kedua orang tersebut masih ditahan di Mapolda Sumbar. 

Pada kesempatan tersebut, Stefanus juga mengatakan bahwa pihak kepolisian juga akan  menyelidiki siapa pria pengguna jasa NN. Saat ditanyakan apakah pelanggan NN tersebut akan ditangkap, Stefanus menjawab, "Itu tergantung hasil penyelidikan. Bisa menjadi tersangka, saksi, dan sebagainya."

Sementara itu, terkait permintaan LBH Padang dan WCC Nurani Perempuan agar NN diberikan penangguhan penahanan dengan alasan memiliki anak yang masih bayi, Stefanus mengatakan bahwa itu bisa terjadi dengan adanya surat penangguhan dan melalui pertimbangan pimpinan Polda Sumbar. 

"Kalau ada surat penangguhan penahanan itu nanti akan dipertimbangkan oleh pimpinan, terutama jika NN itu memiliki bayi," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, sudah lebih dari sepekan Polda Sumbar meringkus NN seorang wanita tunasusila di salah satu hotel berbintang di Kota Padang Provinsi Sumbar.  Meski demikian, pertanyaan tentang siapa lelaki yang berada di Ruang 606 bersama NN masih belum terjawab. 

Berbeda dengan AS, pria diduga muncikari yang ditangkap di Lantai 1 di hotel itu. Ketika digerebek, NN berada di dalam Ruang 606 bersama seorang pria. 

Saat dihubungi Covesia via telepon pada hari kejadian, Minggu (26/1/2020), Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan bahwa kasus prostitusi tersebut terungkap berkat adanya informasi dari anggota DPR RI Andre Rosiade.

Andre Rosiade, kata Stefanus, ingin membuktikan bahwa di Kota Padang banyak terjadi prostitusi daring. 

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu, kata Stefanus pula, ingin 'membuka mata' Pemerintah Kota Padang dan DPRD Sumbar agar tidak membiarkan polisi bekerja sendiri, melainkan harus bisa bekerja sama. 

"Andre ini ingin ikut serta memberantas maksiat tersebut. Ia memancing dan memesan pekerja seks komersial dengan masuk ke aplikasi MiChat melalui akun temannya. Ia pun melakukan transaksi dan disepakati harga Rp800.000 di salah satu hotel di Kota Padang," sebut Bayu.

Setelah itu, beredar informasi bahwa pria bersama NN adalah "orang suruhan" Andre Rosiade. Orang tersebut diduga dibayar Andre untuk menjebak NN dengan tujuan membuktikan prostitusi daring itu memang nyata di Kota Padang. 

Untuk mengonfirmasi hal tersebut, Covesia.com mencoba menemui NN secara langsung. Berkat bantuan Kombes Pol Stefanus, wawancara bisa dilakukan di Mapolda Sumbar, Senin (3/2/2020) siang. 

NN pun sempat menitikkan air mata ketika mengungkapkan kronologi penggerebekan itu, bahwa dia digerebek setelah "dipakai" oleh pria yang merupakan kliennya. 

Berdasarkan keterangan pers yang diterima oleh Covesia dari Stefanus, Andre Rosiade "memancing dan memesan" PSK dengan masuk melalui akun temannya atas nama Rio.

(fkz/lif)

Berita Terkait

Baca Juga