Soal Penggerebekan NN, Nurani Perempuan: Ada Unsur Persekusi Terhadap Perempuan

Soal Penggerebekan NN Nurani Perempuan Ada Unsur Persekusi Terhadap Perempuan Andre Rosiade. Sumber: istimewa

Covesia.com - Direktur LSM Nurani Perempuan, Meri Yenti, mengecam tindakan penggerebekan praktik prostitusi daring yang dilakukan Anggota DPR RI, Andre Rosiade, beberapa waktu lalu. Dia melihat ada unsur diskriminasi dan persekusi terhadap perempuan demi kepentingan politik.

“Entah apa yang melandasi Andre Rosiade melakukan penggerebekan terhadap salah seorang pekerja seks (NN). Namun, yang jelas kami melihat ada diskriminasi dan persekusi kepada NN secara terang-terangan. Seakan Andre ingin menjadikan perempuan atau NN sebagai objek kepentingan politik untuk menjatuhkan wibawa penguasa. Apa yang telah dilakukan oleh Andre ini, telah merampas hak Privasi NN,” sebut Meri kepada Covesia.com, Rabu (5/2/2020).

Disebutkannya, dalam penggerebekan ini, Andre Rosiade telah membuat kehidupan NN terzalimi secara sosial. Apalagi video penggerebekan juga tersebar luas kepada masyarakat dengan menampilkan sosok NN secara jelas tanpa sensor. Dipastikan psikologis NN dan keluarganya akan terdampak akan hal ini dalam jangka waktu lama.

“Saat penggerebekan, itu ada videonya tersebar luas. Wajah NN sangat jelas dan tanpa sensor. Dipastikan psikologis NN dan keluarganya sangat tergoncang. Apalagi, NN juga harus menerima kenyataan dirinya harus mendekam di sel Polda Sumbar sebagai tersangka  hingga sekarang. Dampak sosialnya pasti akan panjang ke depan,” kata Meri.

Disisi lain, Meri yang mengaku sudah menjumpai NN secara langsung di Polda Sumbar mendapati ada dugaan skenario penjebakan yang dilakukan oleh Andre kepada NN. 

“Saya sudah bertemu langsung dengan NN. Ia bercerita kalau sudah menjadi korban jebakan. Seperti ada skenario dalam penggerebekan. Yang disayangkan, jika ingin menggerebek, kenapa harus dipakai terlebih dahulu. Kalau benar iya seperti itu, berarti ini sangat zalim sekali. Sedangkan laki-laki memakai NN, sampai sekarang tidak ada kejelasan dimana dia sekarang,” ungkapnya.

Meri meminta kepada Andre Rosiade untuk terbuka dan jujur kepada publik atas kasus NN ini untuk membersihkan kembali nama NN. Kemudian menjelaskan dasar penggerebekan ini murni untuk memberantas prostitusi online, atau menjatuhkan marwah penguasa. 

Hal tersebut harus dipisahkan karena akan berdampak memberikan pandangan bervariasi di tengah masyarakat. Apalagi NN yang saat ini tengah mengalami depresi berat, ada anak NN yang berumur satu tahun yang juga ikut terguncang.

“Jadi lebih baik seluruh pihak termasuk Andre Rosiade jujur dan terbuka dalam persoalan ini. Jangan korbankan NN untuk kepentingan politik. Persoalan berselisih dengan penguasa, itu ada wadah lainnya. Bukan dengan jalan menjadi perempuan sebagai objek korban,” katanya.

Dalam persoalan NN ini, Meri  tengah menghimpun petisi untuk mendukung NN agar dibebaskan oleh Polda Sumbar. Setidaknya hal ini bisa mengobati sedikit traumatik NN. Kemudian meminta agar Polda Sumbar menangkap laki-laki yang berada di dalam kamar bersama NN saat penggerebekan terjadi.

“Kan laki-lakinya menghilang saat penggerebekan. Kenapa bisa sampai hilang?. Itu saat penggerebekan, orang ramai. Aneh jika bisa menghilang. Jadi Polda harus selidiki hal ini dan tangkap laki-laki tersebut. Buka CCTV hotel kalau perlu. Saat ini kami tengah membuat petisi untuk mendukung NN. Setidaknya Polda Sumbar menjadikannya tahanan kota dalam waktu dekat ini,” ungkapnya. 

Baca Juga : Menolak Disebut ‘’Sutradara’’ Penggerebekan Prostitusi Online, Andre Rosiade: Ini Shock Therapy

(agg/lif)

Berita Terkait

Baca Juga