Penjelasan Pihak RS Terkait Meninggalnya Bayi Usia 2 Bulan Usai Imunisasi di Sukabumi

Penjelasan Pihak RS Terkait Meninggalnya Bayi Usia 2 Bulan Usai Imunisasi di Sukabumi Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Bayi berusia 2 bulan bernama Muhammad Atharrazka Ashauqi meninggal dunia diduga karena imunisasi. Usai divaksin DPT 1, bayi Atharrazka kondisinya langsung drop dan sempat dirawat di RS. Penyebab kematiannya masih diinvestigasi Dinkes. Namun pihak rumah sakit sudah memiliki diagnosa.

"Memang betul kami merawat pasien atas nama (inisial) MA Bin IK almarhum asal Desa Jambe Nenggang Kecamatan Kebonpedes. Berawal pada tanggal 17 Januari 2020 dari Poli Anak di Poli Rawat Jalan dengan keluhan bintik merah dan biru pasca imunisasi, dengan diagnosa ITP (Immun Trombositophenic Purpura)," kata Ramdansyah, Humas RSUD Sekarwangi yang dilansir dari detik.com, Kamis (23/1/2020).

Tim medis kemudian melakukan cek laboratorium. Saat itu trombosit bayi di angka 13.000. Dokter spesialis anak yang memeriksa saat itu memberikan intruksi agar si bayi mendapat rawat inap dan segera diberi tindakan tranfusi.

"Kasus seperti ini sangat kecil sekali angkanya dan juga dipengaruhi oleh sistem imun anak itu sendiri yang bermasalah. Ini terbukti kakak almarhum juga dilakukan imunisasi tetapi tidak ada masalah, kasus ini langsung dilaporkan dalam waktu kurang 24 jam ke KOMDA KIPI (Komisaris Daerah Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) Jawa Barat," jelas Ramdan.

Ramdan juga memaparkan, pihak yang berwenang untuk memberikan pernyataan apakah Idiopathic Thrombocytopenic Purpura atau ITP ini berhubungan dengan imunisasi pentabio dan polio atau bukan adalah Komda KIPI.

"Dan saat ini masih dalam proses audit. Klarifikasi ini disampaikan sesuai dengan keterangan yang diperkuat oleh Ketua Pokja KIPI Kabupaten Sukabumi dr Eni Rahmawati," tandas Ramdan.

Kasus ini mencuat ke publik, setelah ibu bayi Atharrazka membagikan kisah pilu anaknya di facebook. Dalam cerita yang ia posting melalui akun bernama "mbu daffa abdurrahman mzifc" menuliskan nama dokter berinisial D yang sempat membantu penanganan medis saat almarhum bayi itu dalam kondisi drop. Dokter itu juga menyebut adanya dugaan imunisasi yang mengakibatkan kondisi bayi drop hingga akhirnya meninggal dunia.

(dtc)

Berita Terkait

Baca Juga