Pemkab Tanah Datar Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Jorong Tanjung Sawah Selama Seminggu

Pemkab Tanah Datar Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Jorong Tanjung Sawah Selama Seminggu Petugas gabungan membersihkan material banjir dan longsor yang menutupi jalan di jorong Tanjung Sawah, Batipuh Selatan. Foto: Debi Kurnia

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumbar menetapkan masa tanggap darurat bencana longsor dan banjir bandang jorong Tanjung Sawah, Batipuh Selatan selama satu minggu. 

"Kita pemkab Tanah Datar tetapkan masa tanggap darurat bencana longsor dan banjir bandang jorong Tanjung Sawah, Batipuh Selatan selama seminggu," kata Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma saat meninjau lokasi, Jumat (17/1/2020).

Ia menyampaikan rasa duka dan prihatin yang mendalam atas musibah yang terjadi di jorong tersebut. Dia menyampaikan Pemkab akan segera menanggulangi kondisi saat sekarang termasuk memberikan bantuan kepada korban yang terdampak longsor dan banjir bandang. 

"Saat ini kita fokus pada pembersihan lokasi termasuk rumah warga yang terdampak dan jalan yang masih ditutupi lumpur dan bebatuan," ungkapnya. 

Selama masa tanggap darurat, tuturnya, pemkab Tanah Datar akan mendata warga yang terdampak musibah baik itu rumah, sektor pertanian, dan hewan ternak termasuk sejumlah fasilitas yang juga rusak akibat musibah. 

"Kita juga akan melakukan pendeteksian potensi kawasan yang masih rawan longsor dan banjir bandang dengan kerjasama dan bantuan warga, nagari, pemkab dan provinsi," tambahnya. 

Mengingat kawasan itu rawan bencana, sebut Zuldafri Darma, pemkab akan melakukan sejumlah upaya normalisasi termasuk meninjau kembali bendungan air di jorong itu. 

Sementara itu, anggota komisi I DPRD Tanah Datar, Kamrita, meminta pemkab harus segera tanggap terhadap musibah yang terjadi terutama terhadap korban yang terdampak yang kehilangan tempat tinggal termasuk segera melakukan pembersihan jalan agar jalan kembali bisa dilewati. 

"Kita harapkan pemkab segera menanggulangi warga yang terdampak untuk memberikan bantuan logistik yang diperlukan karena ada warga yang tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya," katanya. 

Hal demikian harus segera dilakukan, sebut Kamrita termasuk mengungsikan warga kelokasi yang lebih aman dan mendirikan tenda sementara. 

"Bantuan logistik bagi warga yang terfampak akan segera disalurkan mengingat beberapa kebutuhan yang urgent bagi warga," tutupnya. 

(deb/rdk) 

Berita Terkait

Baca Juga