Awal Tahun 2020, Harga Komoditi Kelapa Sawit Mulai Merangkak Naik di Pessel

Awal Tahun 2020 Harga Komoditi Kelapa Sawit Mulai Merangkak Naik di Pessel Petani Sawit di Pessel Mulai tersenyum saat harga Komoditi Kelapa Sawit naik di Awal 2020 (Foto: Indra Yen)

Covesia.com - Awal tahun 2020, harga komoditi kelapa sawit mulai merangkak naik di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), dari harga sebelumnya Rp800 per kilogram sekarang menjadi Rp1.400 per kilogramnya.

Hal itu, diungkapkan langsung oleh salah seorang petani kelapa sawit di Rawang Gunuang Malelo, Rahim (30). Dia mengatakan, harga kelapa sawit naik menjadi Rp1.400 per kg, terjadi sejak beberapa hari ini. Harga itu, naik dua kali lipat dari tahun lalu.

Menurutnya, sejak pertengahan tahun lalu, harga kelapa sawit di daerah itu cukup "mencekik" para petani. Harga tahun lalu hanya Rp700-800 per kilogramnya. 

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, sekarang harga sawit cukup tinggi setelah dari sekian lama kami tanggung dengan harga yang sangat jauh murah," ungkapnya pada Covesia.com, Jumat (17/1/2020).

Ucapan syukur tidak hanya diucapkan oleh Rahim. Petani lain seperti Iwal (46) di Kenagarian Aur Duri Surantih juga mengatakan hal yang sama. Kenaikkan harga kelapa sawit hari ini, seakan-akan membawa angin segar bagi para petani.

"Kami sangat senang, karena sudah cukup lama juga harga kelapa sawit murah di sini," ucapnya.

Dengan kenaikan harga sawit kali ini, katanya, dia bisa menyisihkan uang untuk menabung dari hasil panen sawit. 

Sampai saat ini, ia harus membayar ongkos untuk mengeluarkan hasil panen dari kebun sebesar Rp250 ribu per ton.

"Jadi kalau mahal seperti sekarang, kami tidak susah mengeluarkan ongkos orang yang melansir hasil panen kita. Karena, mahal atau murah harga sawit yang ongkos lansir tetap Rp250 ribu per ton," katanya.

Iwal berharap harga saat ini dapat bertahan lama dan bahkan bisa lebih meningkat untuk seterusnya. 

"Karena, uang yang kami dapat tidak sebanding dengan uang yang kami keluarkan," katanya lagi.

Selain untuk kebutuhan pokok keluarganya, hasil dari panen sawit itu juga akan digunakan untuk proses perawatan kelapa sawit. Seperti pupuk dan membersihkan perkarangan kebunnya.

Kendati demikian, dirinya meminta pemerintah daerah, terus melakukan pengawalan, agar harga kelapa sawit tidak kembali anjlok di Pessel. 

(idy/don)


Berita Terkait

Baca Juga