Produksi Minyak Serai Wangi, ASN di Sumbar Ini Raup Untung Puluhan Juta Rupiah

Produksi Minyak Serai Wangi ASN di Sumbar Ini Raup Untung Puluhan Juta Rupiah Usaha tempat penyulingan minyak serai wangi milik Salman di Kampung Caniago, Agam (Foto: Johan Utoyo/Covesia)

Covesia.com - Salman, Aparat Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meraup untung jutaan rupiah dalam usaha mengembangkan minyak serai wangi.

Saat dikunjungi covesia.com di Kampung Caniago, Jorong III Nagari Garagahan, Buyuang Salamaik panggilan akrab Salman mengaku, dirinya bisa memperoduksi sekitar 15 botol minyak serai wangi tiap bulannya.

"Dibantu seorang pekerja, saya melakukan produksi 2 kali dalam seminggu, dalam satu hari bisa menghasilkan 2 botol minyak serai wangi," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com Senin (13/1/2020).

Dikatakan Salman, Untuk bahan baku serai wangi yang diolah merupakan hasil kebun sendiri dan lahan masyarakat yang disewa.  "Untuk bahan baku kami masih kesulitan karena masyarakat tidak begitu tertarik untuk menanam serai wangi padahal jika dihitung untung yang didapat cukup besar," lanjutnya.

Salman memproduksi minyak serai wangi dengan sistem  penyulingan, ia menggunakan lima tabung besar yang memiliki tiga fungsi, yakni satu tabung untuk pembuat uap air, dua tabung untuk penempatan bahan baku, dan dua tabungnya lagi untuk pendinginan.

Untuk pembakaran ia menggunakan bahan bakar kayu dan oli bekas. Pada tahap awal tabung yang berisi air di buat mendidih, kemudian uap air dialirkan ke dalam dua buah tabung yang berisi batang dan serai wangi.

minyak yang terkandung dari batang dan daun serai wangi akan menyatu bersama uap air. Kemudian dialirkan kembali ke tabung yang berisi air untuk proses pendinginan dan minyak yang keluar di tampung kedalam botol. "Untuk satu tabung daun serai bisa menghasilkan 1 botol minyak dan butuh 8 jam untuk proses pengolahan," lanjutnya.

Untuk hasil produksinya, Salman mengaku dijual ke pedagang pengumpul di Kota Padang untuk di jual kembali ke pabrik minyak urut dan kosmetik.

"Setiap bulan saya mengirim 20 botol, 1 botol minyak serai wangi saya jual Rp 1,5 juta, jadi tiap bulan bisa menghasilkan uang sekitar Rp30 juta," tutupnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga