Dugaan Intimidasi Siswi di Limapuluh Kota, DPRD: Kita Telusuri Kebenarannya Dulu

Dugaan Intimidasi Siswi di Limapuluh Kota DPRD Kita Telusuri Kebenarannya Dulu Keisya Anaki Pratiwi

Covesia.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten 50 Kota berjanji akan menelusuri kebenaran informasi terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh seorang oknum guru kepada Keisya Anaki Pratiwi, siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Koto Alam Kabupaten 50 Kota.

"Kita cari informasinya yang benar dulu," ujar Irmantedi selaku anggota DPRD 50 Kota dari fraksi Partai Gerindra saat dihubungi Covesia.com via telepon, Senin (13/1/2020).

Kata Irmantedi, DPRD Kabupaten 50 Kota akan menelusuri kebenaran informasi tersebut kepada Walinagari Koto Alam dan pihak komite SD Negeri 01 Koto Alam. Untuk langkah awal, DPRD Kabupaten 50 Kota akan mencek kebenaran informasi dugaan intimidasi seorang oknum guru kepada dua pihak tersebut. 

"Apa benar informasinya atau indak (tidak)," jelasnya.

Jika informasi tersebut memang benar, maka permasalahan tersebut harus segera diselesaikan.

"Ambo cek informasinya dulu. Tentu ditelepon dulu Pak Wali-nyo, terus Pak Komite-nyo. Baa solusinya bagaimana solusinya), kan gitu. Apo memang benar. Kebenaran informasinya tentu orang-orang terkait yang harus ke situ kan," jelasnya.

Irmantedi mengakui bahwa dia baru memperoleh informasi dugaan intimidasi yang dilakukan oleh seorang oknum guru kepada Keisya ini dari Covesia.com. "Ambo cari kebenarannya dulu, ya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa seorang siswa kelas 5 SD Negeri 01 Koto Alam Kabupaten Limapuluh Kota, Keisya Anaki Pratiwi mengalami trauma karena diduga diintimidasi oleh gurunya sendiri.

Informasi yang didapat Covesia.com, Keisya memiliki masalah dengan salah seorang guru di SD Negeri 01 Koto Alam dan membuat dirinya takut datang ke sekolah. Peristiwa ini diawali persoalan tempat duduk yang sudah terjadi dua tahun silam.

Mayzur (58), nenek Keysia mengatakan salah seorang guru di SD Negeri 01 Koto Alam yang diduga mengintimidasi Keysia sejak dua tahun terakhir. Saat mengajar, sering kali Keisya menjadi pusat perhatian baginya dan mengatur setiap gerak gerik anak ini.

“Izin buang air saja tidak boleh sama guru ini. kemudian selalu disuruh duduk dibelakang bersama siswa laki-laki. Jika Keisya bertanya, tidak digubris. Pernah Keisya melawan dan langsung dibentak oleh guru ini. Ini membuat cucu saya tertekan dan takut ke sekolah,” kata Mayzur kepada Covesia.com, Minggu (12/1/2020).

Mendapati Keisya tidak mau lagi pergi ke sekolah, Mayzur menanyakan alasannya tersebut. Disanalah Keysia membeberkan dirinya terintimidasi oleh salah seorang guru di sekolah. Sekarang, siswi ini kerap mengurung diri di rumah dan tidak mau keluar. Kecuali ada temannya datang ke rumah dan mengajak main keluar.

“Sudah delapan hari cucu saya tidak mau bersekolah. Padahal sering juara kelas. Sekarang cuma mengurung diri di rumah. Mau dia keluar jika ada teman yang menjemput. Sangat disayangkan dulu yang aktif sekarang murung pasif di rumah,” sebutnya.

Mayzur juga mengaku keluarga telah mendatangi kepala sekolah untuk bermusyawarah. Setelah diceritakan, Kepsek SD Negeri 01 Koto Alam ini pun memanggil guru tersebut. Namun, sang guru tersebut malah menghilang dari sekolah dan akhirnya musyawarah gagal.

“Sudah kami ajak musyawarah, tapi guru tersebut malah menghilang. Sekarang kami mengajukan untuk pindah sekolah. Tapi tidak dikeluarkan surat untuk pindah oleh sekolah,” ucap Mayzur.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 01 Koto Alam, Warman yang ingin dikonfrimasi Covesia.com belum bisa dihubungi. Pasalnya, beberapa kali dihubungi via seluler tidak diangkat-angkat.

Mendapati informasi ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati berjanji akan menindaklanjuti persoalan ini. Dirinya juga menyayangkan kejadian ini, apalagi kepada siswa berprestasi.

(rul)

Berita Terkait

Baca Juga