Soal Murid Diduga Diintimidasi Guru, Ini Penjelasan Kepsek SDN 01 Koto Alam

Soal Murid Diduga Diintimidasi Guru Ini Penjelasan Kepsek SDN 01 Koto Alam Keisya Anaki Pratiwi

Covesia.com - Dugaan intimidasi yang dilakukan oleh guru SD Negeri 01 Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota kepada salah seorang siswinya, Keisya Anaki Pratiwi dibantah oleh Kepala Sekolah bersangkutan, Warman. Dirinya memastikan tidak ada persoalan maupun intimidasi yang dilakukan oleh guru kepada Keisya.

"Informasi ini sudah saya dengar. Orang tua Keisya juga sudah ke sekolah membicarakan hal ini. Jadi saya panggil semua guru dan termasuk guru yang disebut oleh Keisya. Semuanya bilang tidak ada masalah dengan Keisya," kata Warman kepada Covesia.com, Senin (13/1/2020) saat dihubungi melalui seluler.

Disebutkannya, apa yang disampaikan oleh pihak keluarga Keisya tidak benar. Selama ini perlakuan seluruh guru di SD Negeri 01 Koto Alam sama ke semua murid. Tidak ada perlakuan khusus maupun menyimpang kepada siswa. 

"Para guru selama ini memperlakukan seluruh siswa itu sama. Termasuk kepada Keisya. Jadi apa masalah Keisya sedang kami cari tahu. Kenapa dengan dia," sebutnya.

Hari ini, Warman mengaku telah memanggil Keisya dan orang tuanya untuk datang ke sekolah agar musyawarah akan adanya dugaan intimidasi. Termasuk mengumpulkan seluruh guru 

"Hari ini sudah kami panggil keisya dan orang tuanya untuk datang ke sekolah. Sekaligus mengumpulkan seluruh guru. Tapi keisya belum datang," katanya.

Soal permintaan Keisya untuk pindah sekolah, Marwan mengaku pihaknya perlu menjalani aturan untuk memindahkan siswa. Dimana orang tua Keisya terlebih dahulu harus mengantongi surat rekomendasi untuk menerima Keisya sebagai murid dari sekolah yang baru.

"Surat rekomendasi bahwa Keisya dipastikan diterima di sekolah yang baru yang kami butuhkan. Barulah kami mengeluarkan surat untuk memindahkan Keisya," katanya.

Bagi Warman, Keisya selama ini tidak ada masalah atau pun persoalan. Bahkan Keisya terkenal di sekolah sebafai murid berprestasi karena sering mendapatkan juara kelas. 

Namun, keterangan Warman tersebut dibantah oleh pihak keluarga Keisya. Mayzur (58), nenek Keysia mengatakan bahwa salah seorang guru di SD Negeri 01 Koto Alam yang diduga mengintimidasi Keysia sejak dua tahun terakhir. Saat mengajar, sering kali Keisya menjadi pusat perhatian baginya dan mengatur setiap gerak gerik anak ini.

Baca Juga: Alami Trauma, Siswa SD di Koto Alam Keisya Sudah 8 Hari Tak Masuk Sekolah

“Ada satu guru di SD Keisya yang setiap mengajar selalu diperhatikan gerak geriknya. Menoleh atau berbicara dengan teman sedikit langsung ditegur. Dibuat seperti robot cucu saya ini,” sebut Mayzur kepada Covesia.com, Minggu (12/1/2020).

Keysia pernah tidak diizinkan untuk buang air ke kamar mandi dan menyuruh untuk duduk di belakang.

“Izin buang air saja tidak boleh sama guru ini. kemudian selalu disuruh duduk dibelakang bersama siswa laki-laki. Jika Keisya bertanya, tidak digubris. Pernah Keisya melawan dan langsung dibentak oleh guru ini. Ini membuat cucu saya tertekan dan takut ke sekolah,” katanya.

Baca : Kak Seto Akan Turun Tangan Jika Dinas Pendidikan Tak Selesaikan Kasus Keisya

Mendapati Keisya tidak mau lagi pergi ke sekolah, Mayzur menanyakan alasannya tersebut. Disanalah Keysia membeberkan dirinya terintimidasi oleh salah seorang guru di sekolah. Sekarang, siswi ini kerap mengurung diri di rumah dan tidak mau keluar. Kecuali ada temannya datang ke rumah dan mengajak main keluar.

“Sudah delapan hari cucu saya tidak mau bersekolah. Padahal sering juara kelas. Sekarang Cuma mengurung diri di rumah. Mau dia keluar jika ada teman yang menjemput. Sangat disayangkan dulu yang aktif sekarang murung pasif di rumah,” sebutnya.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga