Alami Trauma, Siswa SD di Koto Alam Keisya Sudah 8 Hari Tak Masuk Sekolah

Alami Trauma Siswa SD di Koto Alam Keisya Sudah 8 Hari Tak Masuk Sekolah Keisya Anaki Pratiwi

Covesia.com - Seorang siswa kelas 5 SD Negeri 01 Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, Keisya Anaki Pratiwi mengalami trauma karena diduga diintimidasi oleh gurunya sendiri.

Informasi yang didapat Covesia.com, Keisya memiliki masalah dengan salah seorang guru di SD Negeri 01 Koto Alam dan membuat dirinya takut datang ke sekolah. Peristiwa ini diawali persoalan tempat duduk yang sudah terjadi dua tahun silam.

Mayzur (58), nenek Keysia mengatakan salah seorang guru di SD Negeri 01 Koto Alam yang diduga mengintimidasi Keysia sejak dua tahun terakhir. Saat mengajar, sering kali Keisya menjadi pusat perhatian baginya dan mengatur setiap gerak gerik anak ini.

“Ada satu guru di SD Keisya yang setiap mengajar selalu diperhatikan gerak geriknya. Menoleh atau berbicara dengan teman sedikit langsung ditegur. Dibuat seperti robot cucu saya ini,” sebut Mayzur kepada Covesia.com, Minggu (12/1/2020).

Keysia pernah tidak diizinkan untuk buang air ke kamar mandi dan menyuruh untuk duduk di belakang.

“Izin buang air saja tidak boleh sama guru ini. kemudian selalu disuruh duduk dibelakang bersama siswa laki-laki. Jika Keisya bertanya, tidak digubris. Pernah Keisya melawan dan langsung dibentak oleh guru ini. Ini membuat cucu saya tertekan dan takut ke sekolah,” katanya.

Mendapati Keisya tidak mau lagi pergi ke sekolah, Mayzur menanyakan alasannya tersebut. Disanalah Keysia membeberkan dirinya terintimidasi oleh salah seorang guru di sekolah. Sekarang, siswi ini kerap mengurung diri di rumah dan tidak mau keluar. Kecuali ada temannya datang ke rumah dan mengajak main keluar.

“Sudah delapan hari cucu saya tidak mau bersekolah. Padahal sering juara kelas. Sekarang Cuma mengurung diri di rumah. Mau dia keluar jika ada teman yang menjemput. Sangat disayangkan dulu yang aktif sekarang murung pasif di rumah,” sebutnya.

Mayzur juga mengaku keluarga telah mendatangi kepala sekolah untuk bermusyawarah. Setelah diceritakan, Kepsek SD Negeri 01 Koto Alam ini pun memanggil guru tersebut. Namun, sang guru tersebut malah menghilang dari sekolah dan akhirnya musyawarah gagal.

Karena jalan musyawarah buntu, orang tua Keisya pun berinisiatif untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. Namun kembali terkendala karena pihak sekolah tidak mau mengeluarkan surat pindah sekolah.

“Sudah kami ajak musyawarah, tapi guru tersebut malah menghilang. Sekarang kami mengajukan untuk pindah sekolah. Tapi tidak dikeluarkan surat untuk pindah oleh sekolah,” ucap Mayzur.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 01 Koto Alam, Warman yang ingin dikonfrimasi Covesia.com belum bisa dihubungi. Pasalnya, beberapa kali dihubungi via seluler tidak diangkat-angkat.

Mendapati informasi ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati berjanji akan menindaklanjuti persoalan ini. Dirinya juga menyayangkan kejadian ini, apalagi kepada siswa berprestasi.

“Besok saya tindaklanjuti persoalan ini. Kenapa hal ini terjadi, apalagi Keysia siswa berprestasi di sekolah. Secepatnya solusi yang terbaik akan kami berikan,” sebut Indrawati kepada Covesia.com.

(agg)

    

Berita Terkait

Baca Juga