Seorang Pemuda di Kota Pariaman Hasilkan Minyak Serai Berkualitas Ekspor

Seorang Pemuda di Kota Pariaman Hasilkan Minyak Serai Berkualitas Ekspor Ryan Hidayat saat melakukan proses penyulingan untuk menghasilkan minyak serai, Sabtu (11/1/2020)(Foto: Peri)

Covesia.com - Hasil minyak serai yang dikembangkan pemuda Desa Batang Tajungkek, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumbar, sudah berstandar kualitas ekspor.

Kualitas itu diketahuinya setelah dilakukan uji labor, bahwa minyak serai yang dikembangkannya memiliki kandungan citronella 44,30 persen tanpa bahan kimia tambahan.

"Untuk standar ekspor itu biasanya memiliki sekitar 35 persen ke atas kandungan citronella. Sedangakan minyak serai yang saya kembangkan melebihi standar," sebut Ryan Hidayat (30) pemuda yang mengembangkan minyak serai, pada Sabtu (11/1/2020).

Lanjut Ryan, dalam mengembangkan itu ia menggunakan dana pribadinya sendiri sekitar Rp40 juta. Hal itu untuk sewa lahan dan perakitan peralatan penyulingan yang terbuat dari drum.

Mengembangkan minyak serai itu, ia lakukan sudah sekitar satu tahunan, kemudian dari hasil pengembangan itu, ia menghasilkan produk turunan dari minyak serai.

"Produk turunan itu, diantarnya seperti sabun, pembersih lantai, dan cairan pengusir nyamuk," kata Ryan, pemuda tamatan analis kimia tersebut.

Dikatakan Ryan, kegunaan minyak serai terbut diantaranya untuk anti nyeri, anti nyamuk, dan aroma terapi.

"Minyak serai yang sudah dikembangkannya itu dijual dalam kemasan 10 cc dengan harga jual Rp25 ribu," jelasnya. 

Untuk pembeli produknya kata Ryan, saat ini masih pembeli dari lokal, namun ia berencana akan mengembangkannya untuk memasok produk itu ke perusahaan-perusahaan bahkan ekspor ke luar negeri.

"Rencana saya akan berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk pengembangnya," kata dia.

(per/don)



Berita Terkait

Baca Juga