Pedagang Ikan TPI Tuapejat Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun

Pedagang Ikan TPI Tuapejat Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun Foto: Septin

Covesia.com - Kondisi lapak ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) desa Tuapejat Kecamatan Sipora Utara masih tampak kosong. Meski demikian, Jefri salah satu pedagang ikan di TPI Tuapejat mengaku pasokan ikan untuk pembeli masih mencukupi kebutuhan konsumen sejak awal tahun 2020 yang merupakan hasil tangkapan langsung nelayan pribumi.

"Sebagian masih liburan dan kapal dari Padang belum stabil masuknya. Nanti  kalau sudah stabil baru terisi semua meja," ujar Jefri di TPI, Kamis (9/1/2020).

Ia mengakui bahwa selama lima bulan belakangan daya beli masyarakat menurun.

"Harapan kita jual beli ikan lancar dan pasokan tidak membludak karena daya beli masyarakat merosot sehingga pembeli kurang," katanya.

Ia mengeluhkan bahwa terkadang penghasilan dari jual beli ikan di TPI sangat minim dimana pedagang hanya mendapatkan keuntungan Rp200-300 ribu/hari. Menurutnya hal tersebut membebani pedagang ikan karena perlu  biaya untuk modal ikan dan es. Seharusnya, kata Jefri, pedagang bisa mendapatkan sekira Rp1 juta dalam penjualan ikan satu hari.

Selain itu, ia mengatakan bahwa selain di TPI, ada juga pedagang ikan lainnya  yang buka lapak di luar dan jualan ikan online.

Pedagang ikan di TPI juga mencoba bersaing dengan penjaja ikan online dengan mengantarkan langsung ikan ke alamat pembeli.

Diketahui harga ikan di TPI Tuapejat masih stabil, diantaranya, ambu-ambu Rp25 ribu/kilogram, ikan karang Rp30 ribu/kilogram, sisik Rp35 ribu/kilogram, garapu dan sawai Rp45 ribu/kilogram, tanduk Rp35 ribu/kilogram, ikan asin biasa Rp70 ribu/kilogram dan ikan asin sawai dan gole-gole Rp100 ribu/kilogram.

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga