Soal Kasus Sudarto, Mahfud MD Ungkap Polisi Upayakan Mediasi

Soal Kasus Sudarto Mahfud MD Ungkap Polisi Upayakan Mediasi Mahfud MD

Covesia.com - Aktivis Sudarto yang mem-posting larangan Natal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menjadi tersangka. Menko Polhukam Mahfud Md menyebut aktivis yang memimpin Pusaka Foundation itu tidak ditahan meski berstatus tersangka.

"Sudarto yang diberitakan jadi tersangka dan ditahan, itu Sudarto tuh sampai sekarang nggak ditahan. Bahwa dia jadi tersangka itu iya, karena ada yang melaporkan," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Mahfud menuturkan bukti-bukti serta keterangan saksi yang dikumpulkan sudah mencukupi untuk menetapkan Sudarto sebagai tersangka, ditambah lagi hasil analisis ahli bahasa dan IT.

"Yang melaporkan itu sudah didukung oleh 7 orang saksi, didukung juga oleh ahli bahasa dan ahli IT, sudah memenuhi syarat untuk tersangka. Dan bukti-bukti fisiknya sesuai dengan fakta yang di lapangan tentang, misalnya Facebook-nya dengan apa yang disebut di lapangan itu semua sudah memenuhi syarat untuk tersangka," tuturnya.

Mahfud menyebut pendekatan restorative justice pun sedang diupayakan pihak kepolisian terkait persoalan ini agar selesai dengan berlandaskan budaya sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

"Tetapi kita atau Polri tidak menahan Sudarto sampai sekarang. Statusnya tersangka itu tidak bisa dihindari karena itu hukum dan orang yang melapor. Sekarang tidak ditahan dan Polri sedang mengupayakan ada mediasi sehingga yang akan ditempuh nanti restorative justice, bukan formal semata tapi restorative hukum yang berbasis budaya kita di mana hukum itu untuk membangun harmoni, bukan kegaduhan dan itu sedang diusahakan oleh Polri," ujar Mahfud.

Mahfud juga mengapresiasi kinerja kepolisian dalam menangani hal tersebut. Dia meminta persoalan ini diselesaikan secara adil. 

Selain itu Mahfud mengatakan kasus Sudarto tergantung bagaimana pihak yang berperkara. Lanjut atau tidaknya kasus ini ke pengadilan tergantung prosesnya nanti.

"Itu tentu harus kita apresiasi dan ya kita harus fair juga kalau Polri tuh tugasnya menegakkan hukum, kalau syarat-syarat yang dipenuhi ya tersangka dong. Bahwa itu nanti apa namanya tidak dilanjutkan itu kan tergantung pihak-pihak karena ini aduan, ada yang mengadu, maksud saya sorry ya, ada yang melapor ya," pungkasnya.

(lif/dtc)


Berita Terkait

Baca Juga