Polda Sumbar Serahkan Uang Ganti Rugi Rp500 Juta kepada Keluarga Korban Almarhum Faisal-Budri

Polda Sumbar Serahkan Uang Ganti Rugi Rp500 Juta kepada Keluarga Korban Almarhum FaisalBudri (Foto: Fakhruddin Arrazzi/Covesia)

Covesia.com - Pembayaran uang ganti rugi senilai Rp500 juta kepada keluarga korban penganiayaan berujung kematian Faisal-Budri akhirnya dilakukan oleh Polda Sumbar di Pengadilan Negeri Padang, Jumat (13/12/2019).

Prosesi pembayaran uang ganti rugi tersebut dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Padang, Yoserizal. Selain itu, prosesi juga dihadiri oleh pihak pemohon, penggugat, dan tergugat.

Dari pihak pemohon yaitu diwakili oleh Direktur LBH Padang Wendra Rona Putra, dari pihak penggugat diwakili oleh kuasa hukum dan orang tua korban, dan dari pihak tergugat yaitu perwakilan Polsek Tanjung Gadang AKP Asmirin  dan pewakilan Polres Sijunjung AKP Novrial serta bidang hukum Polda Sumbar. 

Prosesi dilakukan dengan penandatanganan berita acara. Kemudian, ada penyerahan uang ganti rugi dari pihak tergugat kepada pihak penggugat di hadapan Ketua Pengadilan Negeri Padang. Uang ganti rugi tersebut ditunjukkan dengan bukti uang senilai Rp500 juta yang sudah ditransfer ke rekening pribadinya orang tua korban, Yusmanidar. 

Berdasarkan pantauan Covesia.com di lokasi, usai penyerahan uang ganti rugi tersebut, Yusmanidar sempat menangis karena teringat dengan kedua putranya yang delapan tahun lalu telah meninggal dunia. 

Kedua putranya tersebut, Faisal-Budri, adalah dua tahanan kakak beradik korban kekerasan yang ditemukan tewas tergantung di kamar mandi Polsek Sijunjung 2011 silam. Peristiwanya terjadi pada 26 Desember 2011. Ditemui usai sidang, Direktur LBH Padang, Wendra, menjelaskan bahwa kasus ini sudah berjalan lama.

“Bahkan, pelaku dari kepolisian sekarang sudah bebas dan sudah pensiun,” ujarnya. 

Pada 2017, LBH Padang bersama orang tua korban mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum secara perdata dan diputus sampai tingkat kasasi. Dalam putusan kasasi, pihak kepolisian harus membayarkan sejumlah ganti rugi terhadap keluarga korban senilai Rp500 juta.

Wendra menjelaskan bahwa, di tahap pencairan dana, sebenarnya ada kendala dari pihak kepolisian.

“Karena pihak kepolisian sebenarnya tidak punya pagu anggaran khusus  untuk membayarkan uang ganti rugi, tapi atas inisiatif dan bantuan dari berbagai pihak, itu berhasil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wendra mengatakan bahwa, pada Desember ini, ada dua kasus pelanggaran HAM yang berhubungan dengan penganiayaan yang berujung kepada kematian yang berhasil dirampungkan.

Selain penyelesaian kasus pelanggaran HAM Faisal-Budri, ada kasus Erik Alamsyah yang sudah dirampungkan. Penyerahan uang ganti rugi senilai Rp100.700.000 sudah diserahkan oleh Polres Bukittinggi kepada ayah korban, Alamsyah kemarin, Kamis (12/12/2019), di Pengadilan Negeri Bukittinggi. 

Baca juga: Polres Bukittinggi Bayarkan Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Erik Alamsyah

Kata Wendra, hal ini menjadi momen refleksi peringatan Hari HAM Internasional yang jatuh pada tanggal 10 Desember kemarin. Penyelesaian kasus Erik Alamsyah dan Faisal-Budri ini merupakan kabar baik bagi penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Sumbar.

Harapannya, kata Wendra, ini juga bisa menjadi presinden yang baik bagaimana korban-korban penyiksaan lainnya untuk tidak berputus asa dalam mencari keadilan. Hal ini dikarenakan negara harus bertanggung-jawab atas tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan secara institusi. 

“Dan kita berharap ini bisa menjadi titik balik refleksi juga bagi kepolisian Sumbar untuk tidak lagi menggunakan pendekatan penyiksaan atau penganiayaan  tersangka untuk mencari pengakuan, dan tidak ada lagi korban-korban penyiksaan yang berjatuhan atas nama mencari pengakuan,” pungkasnya. 

Didi Firdaus (32), kakak kandung korban Faisal-Budri, mengatakan bahwa dia bersyukur atas penyerahan uang ganti rugi tersebut. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung penyelesaian kasus ini. 

Kontributor: Fakhruddin Arrazzi

Baca juga: Irjen Fakhrizal Tuntaskan Ganti Rugi ke Keluarga Erik Alamsyah dan Faisal-Budri

Berita Terkait

Baca Juga