Banjir dan Longsor di Sumbar, Doni Monardo: Masyarakat Harus Jaga Ekosistem

Banjir dan Longsor di Sumbar Doni Monardo Masyarakat Harus Jaga Ekosistem Kepala BNPB Doni Monardo saat berdialog dengan Bupati Solok Selatan, Jumat (13/12/2019)(Foto: dok.bnpb)

Covesia.com - Kejadian longsor dan banjir di berbagai daerah di Sumatera Barat (Sumbar) begitu menarik banyak perhatian. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo terjun langsung ke lokasi di 50 Kota dan Solok Selatan.

"Masalah banjir dan tanah longsor adalah bencana tiap tahun di Sumbar, masyarakat harus menjaga ekosistem," ungkapnya kepada wartawan, di 50 Kota, Kamis malam (12/12/2019).

Ia mengatakan tidak mungkin alam mengganggu manusia kalau tidak manusia yang menjadi penyebabnya.

"Terjadi sedimentasi sekarang persoalannya adalah kita upayakan ke Bupati untuk melakukan kajian apa akar masalah setiap tahun selalu terjadi banjir di wilayah ini," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan akan bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama termasuk dari perwakilan perantau Minang di Solok Selatan, setelah shalat Jumat bagaimana solusinya.

"Yang pasti saya dapat gambar  dan foto ada tambang ilegal menggunakan alat berat ada juga masyarakat yang menambang menggunakan merkuri nanti akan ada tindak lanjutnya," ujarnya.

Doni mengatakan kalau tambang ilegal ini dibiarkan terus menerus sayang, alam Sumbar yang indah ini akan rusak.

"Saat ini pemerintah lagi fokus dengan pariwisata, daerah Minang ini akan menjadi menarik karena alamnya masih bagus, tapi kalau kemudian diketahui mulai rusak orang tidak mungkin mau datang lagi," tegasnya.

Hari ini, Jumat (13/12/2019) Kepala BNPB meninjau lokasi banjir di Solok Selatan. Diberitakan sebelumnya bahwa Solok Selatan diterjang banjir bandang lagi dan menyebabkan 6 rumah hanyut.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga