''Cari'' Pemimpin Terbaik untuk Sumbar, Faldo Ingin Berdebat dengan Semua Kandidat

Cari Pemimpin Terbaik untuk Sumbar Faldo Ingin Berdebat dengan Semua Kandidat Ketua DPW PSI Sumatra Barat, Faldo Maldini

Covesia.com - Permohonan Faldo Maldini dan kawan-kawan terkait batas usia kepala daerah dalam pasal 7 ayat 2 huruf e Undang-Undang No. 10 tahun 2019 mengenai Pemilihan Kepala Daerah ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dia pun menyatakan apa-apa yang sudah dilakukan pihaknya dalam langkah politik "Sumangaik Baru" akan terus berlanjut.

"Apa yang saya sudah lakukan di Sumbar lanjut terus. Tidak akan berhenti gara-gara putusan ini. 'Sumangaik Baru' (Semangat Baru) akan bekerja terus. Saya yakin PSI memperjuangkan revisi UU Pilkada terkait batas usia di parlemen bila kami nanti dipercaya ke DPR oleh publik. Masih ada pertarungan politik," kata Ketua DPW PSI Sumatra Barat ini, dalam keterangannya kepada Covesia.com, Rabu (11/12/2019).

Sebelumnya, Faldo Maldini mengaku akan tetap mengupayakan calon pemimpin terbaik untuk Sumatra Barat jika gugatannya terkait batas usia calon peserta Pilkada ditolak Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menjelaskan perihal tersebut tidak semata soal dukungan ketika tahapan Pilkada 2020 sudah dimulai saja.

"Maksudnya, saya ingin berdebat dengan semua yang ingin mencalonkan diri menjadi kepala di Sumatra Barat baik gubernur, bupati maupun wali kota," sebutnya.

Sebagai ketua partai politik di Sumbar, lanjut Faldo, dirinya ingin menguji pikiran para kandidat tersebut. 

"Ada 'isi kepala' atau tidak? Jangan sampai mantan aktivis yang idealis kalah sama bandar narkoba. Atau birokrat yang bersih kalah sama pimpinan copet. Ini harus ada yang mengerjakan," ujarnya. 

Secara substansi, PSI Sumbar menginginkan orang-orang yang menjadi pemimpin di Sumbar ke depan bukan semata bermodal senyum dan uang, namun miskin gagasan. 

"Kita tidak ingin orang dengan model 'senyam-senyum,' tidak sanggup turun ke ratusan titik. Namun hanya punya uang banyak langsung jadi kepala daerah. Atau orang yang kebanyakan cari perhatian tapi tidak ada gagasan kebijakan yang signifikan, tau-tau kepilih menjadi pejabat daerah," ulasnya dan menambahkan, "di situ pertaruhan kami sekarang." 

Tekait upayanya "mencari pemimpin terbaik untuk Sumbar," Faldo mengaku sudah melakukan gerakan itu sejak dua bulan terakhir.

"Kalau mau bertanya bagaimana caranya? Itu sudah saya lakukan 2 bulan ini. Saya bikin acara #KubakFaldo. Di Pasaman Barat, ada 3 orang yang deklarasi menjadi calon bupati datang, saya arahkan warga bertanya kepada mereka dan saya debat mereka untuk menjejali isi pikirannya," jelasnya.

Dia menambahkan, "jadi, kita harus tahu bentuk pemimpin kita yang 'se asli-aslinya' di Sumatera Barat. Teriak-teriak anti politik dinasti, tapi istrinya mencalonkan."

"Teriak-teriak anti korupsi, proyek pemerintah dipegang oleh keluarganya semua. Jadi kita akan 'kubak' semua orang yang mengaku ingin menjadi pemimpin di Sumatera Barat sampai tampak aslinya. Ya, kalau mereka tidak berani, tidak apa-apa juga," pungkasnya.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga