Polisi Ringkus Pemenggal Kepala Bayi yang Dititip di ''Day Care''

Polisi Ringkus Pemenggal Kepala Bayi yang Dititip di Day Care Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Lelaki berinisial A (35) yang diduga menjadi pemenggal kepala bayi berinisial MYG dibekuk polisi. Pelaku saat ini sedang dalam perjalanan untuk diperiksa di Polda Kalimantan Tengah.

"Pelaku pembunuh anak di bawah umur dengan cara mengenaskan itu sedang dalam perjalanan menuju Polda Kalteng. Nanti yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Hendra Rochmawan seperti dikutip dari Antara, Senin (9/12/2019).

Kasus ini terungkap setelah bayi malang itu ditemukan tanpa kepala di sebuah selokan air di Jalan Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019).

Terkait penangkapan ini, polisi mengimbau agar kasus ini tidak dikaitkan dengan isu yang beredar bahwa 'ngayau' atau pemenggal kepala yang hangat dibicarakan di masyarakat. Sebab, kata dia, tindakan pelaku yang memenggal kepala bayi MYG murni tindakan kriminal.

"Kejadian ini memang murni tindak kriminal dengan kasus potong kepala, jadi tidak ada hubungannya dengan isu ngayau dan sebagainya," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mayat bayi tanpa kepala itu kali pertama ditemukan warga bernama Jumadi ketika hendak melaksanakan salat Subuh. Bahkan, awalnya, dia mengira jasad bayi tersebut adalah boneka. Sontak, temuan mayat bayi tanpa kepala itu pun sempat menggegerkan warga sekitar.

Terkait penemuam mayat ini, warga bernama Bambang mengakui jika korban merupakan anak kandungnya. Hal itu disampaikan lantaran pakaian yang dikenakan sama dengan anaknya yang hilang sejak Jumat (22/11/2019) lalu.

Bambang mengaku sempat menitipkan sang anak di tempat penitipan anak atau day care Jalan A.W. Syahranie.

"Iya benar ini anak saya, tadi ibu lihat pakaian yang digunakan sama dengan pakaian yang digunakan saat ia hilang di tempat penitipan anak," kata Bambang dikutip Covesia dari Suara.com.

Bambang mengaku anaknya diantar ke day care tersebut sekitar pukul 11.00 Wita. Dia lalu mendapat kabar sekitar pukul 14.30 Wita dari istrinya bahwa anaknya hilang.

"Waktu itu ibu kepala sekolah bilang anaknya hilang saat hujan deras melanda sekolah," kata dia.

(Antara/Suara/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga