Walhi Minta Gubernur Sumbar Tindak Tegas Aktivitas yang Ancam Ekologi

Walhi Minta Gubernur Sumbar Tindak Tegas Aktivitas yang Ancam Ekologi WALHI Sumatera Barat (Sumbar) mendorong Gubernur Sumbar melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas yang mengancam ekologi di Sumbar. (Foto: Fakhruddin Arrazi/covesia)

Covesia.com - WALHI Sumatera Barat (Sumbar) mendorong Gubernur Sumbar melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas yang mengancam ekologi di Sumbar. Selain itu, WALHI Sumbar juga mendorong DPRD Provinsi Sumatera Barat agar membentuk Pansus tentang penanggulangan bencana ekologi di Sumbar.

“Khususnya di sektor tambang dan deforestasi hutan,” ujar Zulpriadi selaku Staf Advokasi dan Penegakan Hukum WALHI Sumbar pada konferensi pers WALHI Sumbar di Rantau Coffe, GOR Haji Agus Salim, Jalan Batang Anai, Rimbo Kaluang, Padang, Rabu (12/4/2019).

Pada konferensi pers tersebut, WALHI Sumbar mengungkapkan hasil investigasi mereka tentang penyebab bencana ekologi yang terjadi di 6 kabupaten/kota di Sumbar. Kabupaten/kota tersebut yaitu Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Agam, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten 50 Kota, dan Kabupaten Sijunjung.

Dari temuan WALHI Sumbar, penyebab terjadinya bencana ekologi tersebut yaitu adanya deforestasi, degradasi lahan, dan aktivitas tambang di daerah aliran sungi (DAS). Bencana ekologi ini menimbulkan korban nyawa dan materil serta kerusakan publik.

Zulpriadi menjelaskan bahwa temuan tersebut menunjukkan lemhanya fungsi pengawasan dari pemerintahan kota dan pemerintahan kabupaten di Sumbar.

Selanjutnya, kata Zulpriasi, WALHI Sumbar menilai aparat penegak hokum dalam hal ini kepolisian  tidak bertaji melakuakn penindakan hokum terhadap pelaku penambangan ilegal. Padahal, berdasarkan investigasi WALHI, penambanagn tersebut terjadi di pinggir jalan Sumatera, perkampungan, dan kawasan hutan.

Pada kesempatan tersebut, Zulpriadi menjelaskan pentingnya peran gubernur dan DPRD Sumbar untuk mengatasi penyebab bencana ekologi di Sumbar tersebut.

“Jika tidak ditanggulangi, maka kondisi ini akan berdampak pada kondisi kehidupan generasi selanjutnya,” jelasnya.

Kontributor: Fakhruddin Arrazzi

Berita Terkait

Baca Juga