BI: Potensi Wisata Sumbar Besar, Namun Tak Sejalan dengan Pertumbuhan Ekonomi

BI Potensi Wisata Sumbar Besar Namun Tak Sejalan dengan Pertumbuhan Ekonomi Wahyu Purnama A, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar sedang menyampaikan sambutan di acara pertemuan tahunan Bank Indonesia di Aula Anggun Nan Tongga, Rabu (4/12/2019)(Foto: Covesia/Laila)

Covesia.com - Sumatra Barat kaya akan potensi wisata. Sederet prestasi dan penghargaan setara internasional berhasil diraih.

"Sumbar menjuarai World's Best Halal Culinary Destination dan World's Best Halal Destination pada gelaran world Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, bahkan dalam beberapa waktu lalu Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto disahkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO," ungkap Wahyu Purnama A, Kepala perwakilan Bank Indonesia Sumbar saat memberikan sambutan di acara pertemuan tahunan Bank Indonesia, Rabu (4/12/2019).

Tak hanya itu, Wahyu mengatakan potensi Sumbar yang lainnya ialah pesona alam yang masih asri, budaya Minang yang kental, ragam kuliner menggugah selera. "Lihat saja bagaimana Desa Pariangan yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar terpilih menjadi desa terindah di dunia berdasarkan analisis Travel Bugdet," jelasnya.

Pariwisata tersebut juga didukung dengan infrastruktur rasio jalan di Sumbar mencapai 82,5 persen termasuk tertinggi di antara provinsi lainnya di Indonesia.

Dilanjutkannya, pemerintah juga berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur lainnya seperti revitalisasi pasar atas Bukittinggi, perbaikan pendestrian kota Padang, pembangunan gedung budaya, perluasan runway, dan kapasitas Bandara Internasional Minangkabau.

"Namun besarnya potensi tersebut belumlah selaras dengan dampak ekonomi yang dihasilkan," ujarnya.

Wahyu mengatakan, dari target kunjungan wisatawan mancanegara yang ditetapkan kementrian pariwisata tahun 2018 sebanyak 75.000 orang hanya 72,5 persen yang tercapai.

Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya kepemilikan lahan, masalah higienisitas pada produk kuliner dan packing yang kurang baik, koordinasi dan komunikasi antar stakeholder, serta ketersediaan SDM pariwisata yang belum memadai dan budaya pelayanan belum optimal.

Ia mengajak Pemda, pelaku usaha, perbankan, media, tokoh adat dan masyarakat untuk dapat bersinergi bersama bertransformasi dan berinovasi mengembangkan wisata Sumbar ke depannya.

"Kita perlu secara proaktif menarik investor baik dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga