Musim Hujan, Produksi Ikan Asin di Tiku IV Jorong Agam Berkurang

Musim Hujan Produksi Ikan Asin di Tiku IV Jorong Agam Berkurang Proses penjemuran ikan asin di Tiku IV Jorong, kabupaten Agam, Rabu (4/12/2019)(Foto: Covesia/ Johan)

Covesia.com - Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) beberpa wakru terakhir, juga berdampak kepada Perekonomian masyarakat khususnya pengusaha Ikan asin di jorong Labuhan, nagari tiku IV Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara.

Salah seorang pengusaha ikan asin, Yofi (26) mengatakan, jika cuaca baik para pengusaha ikan asin hanya membutuhkan waktu 1 hari untuk pengeringan, namun saat cuaca buruk bisa memakan waktu 3 hingga 5 hari.

"Para nelayan disini bergantung kepada cahaya matahari jadi jika cuaca mendung atau hujan,  sangat sulit bagi kami untuk mengeringkan ikan," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com Rabu (4/12/2019).

Dikatakan Yofi, lamanya proses pengeringan juga berdampak kepada kwalitas ikan asin produksi mereka, bahkan banyak yang gagal pengeringam dan terpaksa di buang. "Ikan asin yang kualitas bagus harganya Rp60 ribu/Kg sementara kwalitas buruk bisa turun Rp30 ribu/Kg," lanjutnya.

Bahkan tak jarang para pengusaha UMKP pesisir pantai ini gagal panen, akibat hujan dan mendung berkepanjangan,  jika tidak kunjung kering ikan akan di kerubungi lalat, dan berulat, jadi terpaksa buang. "Kualitas buruk saja kami sudah rugi apalagi gagal panen, tentunya lebih anjlok," terangnya.

Dalam proses pembuatannya, ikan dari para nelayan direndam dengan garam selama 15 menit, kemudian dicuci dengan air bersi barulah dijemur. Dalam keadaan normal proses penjemuran bisa memakan waktu 8 jam, ikan akan kering sempurna dan siap di kirim.

"Untuk pemasaran, Ikan ini di jual ke pasar tradisional sekitar bahkan ada yang di kirim ke kota padang," tutupnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga