Sekjen DPD RI: Sonsong 2045, Generasi Milenial Harus Kreatif

Sekjen DPD RI Sonsong 2045 Generasi Milenial Harus Kreatif Reydonnyzar Moenek

Covesia.com - Generasi milenial Indonesia harus memiliki kreativitas dan inovasi agar bisa menjadi kunci dan penggerak utama bangsa dan negara saat Indonesia berusia satu abad pada 2045.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Reydonnyzar Moenek pada acara seminar pengembangan kerja sama DPD RI dengan lembaga institusi dalam negeri di Universitas Negeri Padang, Senin (2/12/2019).

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis untuk mewujudkan hal tersebut. Sebab, ujarnya, Indonesia memiliki populasi penduduk  267 juta orang, menjadi anggota G-20, negara kunci ASEAN, negara demokratis terbesar ke-3 dunia, serta negara mayoritas muslim terbesar yang menghargai perbedaan, dan kaya dengan sumber daya alam.  

Oleh karena itu, generasi milenial harus menguasai manajemen strategis, yakni bisa mengubah tantangan dan hambatan menjadi peluang.

“Kuncinya inovasi dan kreativitas. Inilah yang dikenal dengan milenial. Jadi, adik-adik sekarang, anak-anak melineal sekarang harus memiliki kreatifitas dan inovasi tinggi agar pada satu abad Indonesia pada tahun 2045 menjadi kunci dan penggerak utama bangsa dan negara ini,” tegasnya.

Donny mengungkapkan bahwa generasi milenial harus memiliki sikap optimis, sebab, pada 2020-2030, Indonesia akan berada di masa puncak bonus demografi.

“Perekonomian Indonesia harus tumbuh maksimal selama periode ini. Pada tahun 2030 tersebut, Indonesia akan rangking 10 perekonomian dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Donny berharap putra-putri asal Minangkabau dapat mengisi market opportunity tersebut.

“Saya ingin melihat adik-adik asal Minangkabau dapat mengisi market opportunity pada periode 2020-2030 tersebut. Jadi, jangan batasi cita-cita hanya untuk menjadi pegawai negeri, sementara di luar peluang untuk menjadi entrepreneur lebih besar. Nilai tradisi dan genetik Minangkabau itu ada di wirausaha,” ujar pakar desentralisasi fiskal dan ivestasi daerah dan Juru Bicara Menteri Dalam Negeri 2010-2013 tersebut.

Di sini lain, kata Donny, Indonesia juga dihadapkan pada data pendidikan bangsa ini yang menyatakan 51,5% warga negara hanya lulusan SD dan tidak tamat SD. Solusinya, kata Donny, perlu diadakan transformasi.

“Transformasi inilah yang perlu kita giatkan bersama, salah satunya dengan melakukan kerja sama-kerja sama di bidang pendidikan dengan perguruan tinggi. Sekali lagi, kita semua harus optimis akan masa depan,” imbuhnya.

Selain Donny, pada acara yang bertemakan Membangun Kerja Sama dan Komunikasi Efektif dengan Perguruan Tinggi dalam Negeri di Provinsi Sumatera Barat tersebut, turut hadir sebagai pembicara Anggota DPD RI utusan Sumatera Barat Leonardi Harmaini dan Rektor UNP Ganefri, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNP Siti Fatimah. Seminar tersebut merupakan hasil kerja sama DPD RI dengan UNP, serta dihadiri 150 peserta yang didominasi mahasiswa UNP. 

Kontributor: Fakhruddin Arrazi

Berita Terkait

Baca Juga