4.317 Ton Beras Bantuan Bencana Belum Dibayar, Bulog Terancam Merugi Rp39 Miliar

4317 Ton Beras Bantuan Bencana Belum Dibayar Bulog Terancam Merugi Rp39 Miliar Foto: Dok. Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Sebanyak 4.317 ton beras Perum Bulog guna bantuan kebutuhan dampak bencana alam belum dibayarkan Kementerian Keuangan. Kondisi ini menurut Bulog bisa mendatangkan kerugian sebesar Rp39 miliar.  

Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bantuan bencana alam, menurut Bulog, tidak diiringi oleh regulasi pencairan dana yang diatur oleh Peraturan Menteri Sosial (Permensos).

"Hampir Rp39 miliar beras yang sudah kita salurkan ke Sulawesi Tengah kemarin untuk bencana alam, berpotensi tidak akan dibayar kalau Kementerian Sosial tidak membuat Permensos," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh dalam diskusi yang digelar oleh CIPS di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Ada pun kewajiban untuk menyalurkan CBP ini diatur dalam Permenko Kesra Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah untuk Bantuan Sosial.

Berdasarkan data Bulog, total CBP yang sudah disalurkan untuk bantuan bencana alam sejak 1 Januari hingga 27 November 2019 mencapai 4.317 ton atau setara Rp39 miliar, dengan asumsi harga beras rata-rata Rp9.000 per kilogram.

Namun Kementerian Keuangan belum melakukan pencairan dana penggantian lantaran tidak adanya regulasi pendukung dari Kementerian Sosial.

Payung hukum dalam bentuk Peraturan Menteri Sosial (Permensos) diperlukan sebagai regulasi turunan dari Permenko Kesra Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah untuk Bantuan Sosial.

"Kami sudah melaksanakan tugas sesuai dengan program Pemerintah. Tapi dari sisi lain, kementerian yang bertanggung jawab belum melengkapi regulasi untuk dasar pembayaran. Itu masalah," kata Tri.

Bulog berharap adanya sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Sosial dan Kementerian Keuangan karena berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga