Belum Tertangkap, AR Tersangka Pedofilia di Padang Masuk DPO Polisi

Belum Tertangkap AR Tersangka Pedofilia di Padang Masuk DPO Polisi Pejabat Sementara (PS) Kanit PPA Reskrim Polres Padang, Aipda Edritofia. Foto: Doni Sofyadi

Covesia.com - Desakan agar proses hukum terhadap pelaku pedofilia di Padang, Sumbar, sudah digaungkan berbagai pihak. Bagaimana tidak, sejak Juli 2019, polisi belum berhasil menangkap AR (50) tersangka pelaku pedofilia terhadap seorang anak 12 tahun.

Pakar Hukum Pidana Universitas Andalas (Unand) Padang, Elwi Daniel mengungkapkan selama laporan prilaku pedofil itu memiliki cukup bukti dan benar-benar terjadi, namun tidak mendapat respons yang memadai dari pihak kepolisian, maka hal ini merupakan suatu bentuk kelalai aparat berwajib.

Kelalaian ini lah, menurut Elwi mengakibatkan si pelaku lari. "Kejahatan pedofil ini bukan kejahatan biasa, harus segera ditindak," ungkapnya saat dihubungi Covesia.com melalui telepon, Kamis (28/11/2019).

Pejabat Sementara (PS) Kanit PPA Reskrim Polres Padang, Aipda Edritofia mengatakan sejak keluarga korban membuat laporan ke Polres, pihaknya sudah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus itu.

"Setelah merima laporan, kami melakukan visum terhadap korban di RS Bhayangkara, lalu memeriksa saksi dari orang tua, dan 2 orang lainnya," katanya.

Pada September 2019, katanya, kasus tersebut naik ke tingkat penyidikan, lalu dilakukan perburuan terhadap tersangka pelaku. Namun, pelaku lebih dulu melarikan diri dan membawa serta lima anak dan istrinya.

Aipda Edritofia mengatakan, pada mulanya, polisi mendapat informasi jika tersangka berada di daerah Pasar Usang, Kabupaten Padang Pariaman. 

"Setelah ditelusuri ke lokasi, ternyata tersangka tidak ditemukan," katanya.

Selanjutnya, polisi mendapat informasi jika tersangka berada di kampung halamannya di daerah Surantih, Pesisir Selatan. Namun, di sana juga tidak ditemukan. 

"Terakhir, kami juga mendapat informasi jika tersangka berada di Kabupaten Agam, namun juga tidak ditemukan di sana," ungkapnya.

Atas hal itu, katanya, Polres Padang telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) ke masing-masing Polres di Sumbar, terhadap tersangka AR sejak Rabu (27/11/2019) kemarin.  

Dia mengatakan, institusinya tidak lalai dalam kasus ini. Sejak Juli 2019, sebutnya, proses hukum telah dilakukan dengan maksimal. 

Dia menambahkan, polisi meminta peran serta masyarakat jika mengetahui keberadaan tersangka untuk segera melapor ke Polsek atau Polres terdekat. 

(dnq/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga