Suka Pamer Kelamin Depan Umum, Pria Ini Diamankan Polisi

Suka Pamer Kelamin Depan Umum Pria Ini Diamankan Polisi Foto: Detik.com

Covesia.com - Seorang pria di Malang diamankan saat memamerkan alat kelaminnya di depan umum. Moch. Saruki (46), diamankan setelah melakukan perbuatan tak senonoh dengan satu alasan. Yakni, tak kuasa menahan nafsu birahinya.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menyatakan, peristiwa terjadi saat ada kegiatan warga yang digelar di kawasan Pasar Bunul akhir pekan lalu.

Di hadapan banyak warga, Saruki tiba-tiba mengeluarkan alat kelaminnya dari balik celana yang dipakai. Warga bersama petugas yang mempergoki langsung mengamankan Saruki.

"Terlapor diamankan, karena (maaf) menunjukkan alat vitalnya kepada warga yang berada di lokasi," kata kapolresta saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/11/2019).

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap jika perbuatan tak senonoh dilakukan Saruki, karena mengalami depresi.

"Terlapor melakukan perbuatan dengan cara (maaf) mengeluarkan alat kelamin dari dalam celananya karena mengalami depresi akibat ditinggal oleh istrinya selama bertahun-tahun," ujarnya.

 Kepada polisi, Saruki turut mengaku perbuatan itu dilakukan secara spontan. Karena terangsang saat melihat bagian tubuh wanita (pantat) dan hal itu tanpa kesengajaan.

"Terlapor mengaku spontan melakukan itu, karena terangsang melihat bagian tubuh wanita (pantat) dan tanpa ada unsur kesengajaan. Dan mengakui bahwa tidak bisa menyalurkan nafsu birahi kepada istrinya," bebernya.

Kapolresta mengaku, sejumlah langkah telah dilakukan dalam menangani perkara ini. Hal itu, juga sebagai upaya Polri mengungkap persoalan yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Beberapa langkah sudah kami lakukan, termasuk meminta keterangan terlapor. Semua untuk mengungkap keresahan di tengah masyarakat," tambahnya.

Polres Malang Kota saat ini hanya memberlakukan wajib lapor bagi warga Jalan KH Malik Dalam, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, tersebut.

"Terlapor dikenakan wajib lapor pada hari Senin dan Kamis. Karena kami mendapatkan hambatan, karena korban belum bisa datang untuk memberikan keterangan. Selain juga mencari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian," pungkasnya.

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga