Belum Dapat Surat Rujukan, Bocah Korban Pedofil di Padang Diupayakan Berobat ke RSCM

Belum Dapat Surat Rujukan Bocah Korban Pedofil di Padang Diupayakan Berobat ke RSCM Ilustrasi - RSUP M Djamil Padang. Sumber: google maps

Covesia.com - Pendamping bocah korban tindak kekerasan seksual di Padang, Winna Wahyuni mengatakan sedang mengupayakan agar T (12) dapat diobati di RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Upaya itu dilakukan setelah Dokter RSUP M. Djamil Padang, memvonis kanker rektum yang dialami T tidak dapat disembuhkan karena sudah stadium 4. 

Winna mengatakan Komunitas Pemuda Padang Berhijrah yang mendampingi T sejak 2 bulan terakhir akan terus memperjuangkan kesembuhan bocah malang itu.

"Dokter di M Djamil memvonis bahwa T tidak dapat disembuhkan. RSUP hanya bisa melakukan perlambatan pertumbuhan sel kankernya dengan kemo," ungkap Winna kepada Covesia di rumah orang tua T, Rabu (27/11/2019).

Baca: Dilaporkan ke Polisi, Pelaku Pedofil di Padang Kabur Membawa Keluarganya

Winna mengatakan, pihaknya masih terus memperjuangkan yang terbaik untuk kesembuhan T.

Saat ini kondisi T, katanya, jauh dari baik sejak pertama kali didampingi.

"Waktu itu kami masih sempat ajak T jalan-jalan. Namun kini, jangankan berjalan, untuk membaringkan badan saja T sudah kesulitan," jelasnya.

Pascaoperasi pembuatan lubang anus yang dipindahkan ke bagian pinggang, T sering menangis menahan sakit. 

"Keluarga T bahkan berusaha membuat sendiri tempat untuk pembuangan sisa makanan T dari plastik. Kalau dibeli, harga satu plastik mencapai Rp45 ribu," paparnya.

Baca: Kondisi Terakhir Bocah Korban Pedofil di Padang, Terkena Kanker Rektum Stadium 4

Winna mengungkapkan, pihaknya berusaha mengurus surat rujukan dari RSUP M Djamil. Namun, pihak RSUP M Djamil tidak bisa memberi surat rujukan dengan alasan masih dapat menangani penyakit yang diderita T. 

Winna mengungkapkan, alasan untuk membawa T ke RSCM Jakarta, salah satunya karena tidak melihat adanya perawatan lebih maksimal untuk T. 

"Dua hari lalu kami ke M Djamil karena kondisi T menurun, tetapi hanya diberi obat dan disuruh pulang," ungkapnya.

Selain itu, sebut Winna, keluarga T sering diperlukan tidak baik, bahkan dibentak oleh staf rumah sakit. 

"Kesembuhan T adalah hal utama. Insyaallah, Jumat 29 November nanti kami akan bawa T ke RSCM Jakarta," terangnya.

Dia menambahkan, jika pun tak ada surat rujukan dari RSUP M Djamil, pihaknya akan tetap membawa T berobat ke RSCM dengan jalur pasien umum. 

"Semua ini berkat donasi dari orang-orang yang peduli dengan T," pungkasnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga