Rapat dengan DPR, KPK Sebut Sejumlah Rekomendasi Lembaganya Diabaikan Pemerintah

Rapat dengan DPR KPK Sebut Sejumlah Rekomendasi Lembaganya Diabaikan Pemerintah Ilustrasi

Covesia.com - Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/11/2019), perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan terdapat sejumlah rekomendasi lembaganya diabaikan pemerintah.

"Contoh ESDM dulu mereka ingin memasang flow meter di pipa untuk ikut berapa lifting minyak dan gas di Indonesia, kita sudah bilang itu tidak boleh karena tidak akan efektif kajiannya namun tetap dilaksanakan," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Selain itu, mengenai izin tambang sekitar 60 persen dianggap ilegal, tidak ada satupun yang dihukum.

Bahkan dari ESDM menurut dia, untuk tambang ilegal saja, mereka punya PPNS namun sampai hari ini tidak ada satu kasus pun yang diselidiki dan dilidik.

"Padahal jelas sekali yang tidak bayar jaminan reklamasi banyak, tidak tutup lobang tambang banyak," sebutnya.

Menurut Laode, rekomendasi untuk Hak Guna Usaha (HGU) kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) agar dibuka padahal itu adalah keputusan pengadilan tertinggi sudah dikuatkan namun sampai saat ini tidak dibuka untuk umum.

Dia juga mengeluhkan terkait kebijakan satu peta nasional atau "One Map Policy" yang hingga saat ini tidak dibuka.

"Bahkan saya sampaikan di sini, yang baru siap itu baru Kalimantan Tengah, itu pun masih rekonsiliasi, tidak ada petanya. Apakah kami sudah instruksikan dan rekomendasikan? Sudah," katanya.

Dia menegaskan sebenarnya banyak sekali rekomendasi yang disampaikan KPK dalam kaitannya untuk pencegahan namun tidak dilaksanakan bahkan terkesan lembaganya tidak dihargai.

Menurut dia, langkah pencegahan yang dilakukan KPK sangat banyak namun tidak pernah ditulis media karena yang diberitakan soal Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Jadi banyak sekali rekomendasi KPK itu dan saya terus terang kadang agak merasa tidak dihargai, termasuk oleh bapak (DPR). Pencegahan KPK banyak kami lakukan namun tidak pernah ditulis, yang ditulis teman-teman media soal OTT," ujarnya.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga