Grasi ke Koruptor karena Kemanusiaan: Syaukani dan Annas Maamun

Grasi ke Koruptor karena Kemanusiaan Syaukani dan Annas Maamun Anas Maamun

Covesia.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi kepada koruptor Annas Maamun yang menginjak usia 79 tahun. Mantan Gubernur Riau itu dihukum karena menerima suap dari pengusaha sebesar Rp 500 juta terkait izin hutan.

Annas Maamun dilahirkan sebelum Indonesia merdeka yaitu tahun 1940. Ia malang melintang sebagai birokrasi dengan puncak sebagai Gubernur Riau. Baru beberapa bulan jadi Gubernur, ia tertangkap KPK pada 2015 menerima suap. Ia akhirnya dihukum 7 tahun penjara. 

"Berikut alasan pemohon Annas Maamun mengajukan grasi dengan alasan kepentingan kemanusiaan," kata Kabag Humas Ditjen Pas Kemenkum HAM Ade Kusmanto, dilansir covesia.com dari detik.com, Rabu (27/11/2019).

Belum genap 7 tahun penjara menjalani hukuman, Annas mendapat grasi dari Jokowi. Annas cukup 6 tahun saja menjalankan hukuman pidana penjara. Alasannya, Annas mengidap banyak penyakit dan sudah menua.

"Mengidap berbagai penyakit sesuai keterangan dokter: PPOK (COPD akut), dispepsia syndrome (depresi), gastritis (lambung), hernia, dan sesak napas (membutuhkan pemakaian oksigen setiap hari)," sebut Ade.

Kasus grasi dengan alasan kemanusiaan bukan pertama kali. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah memberikan kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Syaukani Hassan Rais. Syaukani terbukti korupsi APBD Kutai Kertanegara 2001-2005 sebesar Rp 93,204 miliar.

SBY membuat Keputusan Presiden (Keppres) itu bernomor 7/G Tahun 2010 tertanggal 15 Agustus 2010 yang mengurangi hukuman Syaukani dari enam tahun jadi tiga tahun penjara.

Menurut Kalapas Cipinang I Wayan Sukerta, alasan permohonan grasi juga soal kemanusiaan. Sudah sejak lama, Syaukani terus terbaring sakit di RS ini karena sakit keras yang dideritanya. Syaukani akhirnya bebas pada Agustus 2010.

"Jalan sudah nggak bisa, di kursi roda, nggak bisa lihat juga," kata Wayan pada 2010.

Enam tahun keluar dari penjara, Syaukani meninggal dunia. Anak Syaukani, Rita Widyasari belakangan menjadi Bupati Kukar. Nasibnya serupa dengan bapaknya. Baru setahun menjadi Bupati, Rita ditangkap KPK dan kini menghuni hotel prodeo untuk 10 tahun. 

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga