Warga Terdampak Banjir Bandang Solok Selatan Mulai Terserang Penyakit

Warga Terdampak Banjir Bandang Solok Selatan Mulai Terserang Penyakit Dok. Covesia

Covesia.com - Warga yang terdampak langsung banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mulai terserang berbagai macam penyakit, kata pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, di Padang Aro, Rabu, mengatakan, warga yang menjadi korban banjir mulai terserang penyakit dermatitis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa), cepalgia atau sakit kepala diare, febris, rematik, rheumatoid artritis, dispepsia hingga luka ringan.

"Kunjungan korban banjir dan banjir bandang ke posko kesehatan meningkat pada Selasa (26/11) dibanding hari sebelumnya dan kebanyakan mengeluh sakit kepala," katanya.

Pada Selasa (26/11), katanya, sebanyak 99 warga memeriksakan kesehatan ke posko dan paling banyak dari wilayah kerja Puskesmas Pakan Rabaa atau daerah yang terkena banjir bandang yaitu Pakan Rabaa Timur 38 orang dan Pakan Rabaa 13 orang.

Selanjutnya di wilayah puskesmas Muaralabuh 26 orang semuanya berasal dari Nagari Pasar Muaralbuh yang memang cukup parah terdampak banjir, Pakan Selasa 16 dan Lubuk Gadang enam orang.

Korban banjir yang memeriksakan kesehatan ke posko meningkat cukup signifikan Selasa (26/11) menjadi 99 orang sedangkan hari sebelumnya cuma sembilan orang.

Untuk obat-obatan, katanya, sekarang masih mencukupi sebab pada Minggu (24/11) ada droping obat dari Dinkes Provinsi.

Dia mengatakan posko kesehatan bencana berpusat di Puskesmas Muaralabuh untuk melayani korban bencana di empat kecamatan terdampak.

Namun demikian, katanya, di setiap kecamatan tetap ada posko kesehatan yang berada di puskesmas masing-masing, yaitu puskesmas Pakan Rabaa, Muaralabuh, Pauah Duo dan Lubuk Gadang.

Khusus untuk daerah Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, katanya, ada empat bidan desa dan posko gabungan bencana dengan Puskesmas bertempat di Balai Adat yang merupakan salah satu lokasi pengungsian.

Sebelumnya Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Richi Amran mengatakan saat ini pengungsi sebanyak 330 orang yang tersebar di lima titik.

Pengungsi paling banyak berada di Sapan Salak 100 orang, Aia Batuang 60 orang, Sapan Batu 70 orang, Pasir Panjang 70 orang dam Balai Adat 30 orang

Pemerintah Kabupaten Solok selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 22 November hingga 5 Desember 2019.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga