Legislator Minta Pemuda Indonesia Turut Berkontribusi Dalam Pembangunan Bangsa dan Negara

Legislator Minta Pemuda Indonesia Turut Berkontribusi Dalam Pembangunan Bangsa dan Negara Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai PKS, Nevi Zuairina saat sosialisasi empat pilar MPR RI di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Selasa (26/11/2019). (Foto: Heri/ Covesia)

Covesia.com - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai PKS, Nevi Zuairina meminta para Pemuda di Indonesia turut serta berkontribusi dalam pembangunan Bangsa dan Negara.

"Sebagaimana diketahui bersama, Bapak Presiden sebagai simbol utama orang nomor satu di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, telah mengangkat staff khususnya dari kalangan anak-anak muda Millenial yang siap memberikan yang terbaik untuk bangsanya. Nah untuk itu siapapun orangnya, harus mempersiapkan diri turut serta diberbagai bidang membangun Bangsa dan Negara,"kata Nevi Zuairina saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Lubuk Sikaping, Pasaman, Selasa (26/11/2019).

Nevi Zuairina mengaku sangat mengapresiasi sikap Presiden RI memberikan contoh mengambil anak muda belia tujuh dari tiga belas staff khususnya. 

"Tentunya anak-anak muda ini merupakan yang terpilih karena kemampuan dan prestasinya. Namun perlu di perhatikan adalah, perlu ada evaluasi di hari-hari kedepan, karena profesionalitas di luar Istana kemungkinan ada perbedaan dengan dalam Istana Negara. Untuk itu siapkan dirimu isi pos-pos lain untuk Bangsa tervinta,"tambah Nevi.

Politisi PKS ini menjelaskan, bahwa Bangsa Indonesia memang memerlukan sosok-sosok muda sebagai simbol perwajahan Negara yang akan memikul beratnya persaingan Global dunia digital dan perdagangan Internasional dengan pembatasan yang minim. 

"Teknologi Informasi yang menjelma pada sosial media menjadi ajang diskusi ruang publik. Bila tanpa di bentengi dengan dasar-dasar persatuan bangsa yang termaktub pada Pancasila dan UUD 1945, maka friksi merupakan ekses negatifnya. Selain Pancasila dan UUD 1945, Nilai-nilai agama dan adat-istiadat tiap daerah juga akan sangat diperlukan untuk memperkuat jiwa-jiwa toleransi dan empati ketika berkomunikasi dan berdialektika secara bebas dalam duna maya,"katanya.

Dirinya juga berharap lewat sosialisasi MPR ini menjadi ajang yang sangat baik dan sudah terlaksana di semua daerah yang dilakukan oleh anggota MPR RI di dapil masing-masing membentengi pribadi masyarakat cinta NKRI.

"Saya secara pribadi menginginkan sosialisasi ini selain menjadi sarana transfer ilmu dan komunikasi langsung dengan masyarakat, juga sebagai penyampaian aspirasi kepada Pemerintah pusat melalui anggota DPR/MPR RI. Aspirasi kepada pemerintahan pusat langsung dapat disampaikan oleh mayarakat tanpa perantara. Buah pemikiran pada kontribusi pembangunan bangsa dan negara, baik sekali muncul dari kalangan anak-anak muda di tiap daerah yang kemungkinan belum muncul akibat belum ada sarana untuk menampungnya,"tegasnya.

Menurut Nevi, saat ini banyak sekali anak-anak muda bangsa yang tersembunyi kemampuannya karena tidak ada expose yang mewadahinya. 

"Mutiara-mutiara Bangsa ini perlu di jaring oleh forum-forum kenegaraan yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan di tiap-tiap daerah. Boleh jadi di antara jutaan penduduk Indonesia ini, masih akan muncul pemuda-pemudi milenial dengan kemampuan pemahaman berbangsa dan bernegara pada kehidupan bermasyarakat,"tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga