Jawaban Pihak RSUP M Djamil Soal Informasi Jenazah Bayi Tertahan Karena Utang Rp24 Juta

Jawaban Pihak RSUP M Djamil Soal Informasi Jenazah Bayi Tertahan Karena Utang Rp24 Juta Sumber: google maps

Covesia.com - Jenazah Ramadhan Khalif Putra, bayi malang (6 bulan) yang dibawa paksa driver ojek online (ojol) ke rumah duka dianggap ditahan pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang, Sumatera Barat karena berhutang biaya perawatan Rp24 juta sempat viral di media sosial (Medsos).

Baca: Berutang Rp24 Juta, Jenazah Bayi 6 Bulan Dibawa Paksa Driver Ojol dari RSUP M Djamil

Terkait informasi tersebut, pihak RSUP Dr. M Djamil Padang membantah jika menahan jenazah bayi malang tersebut. 

"Kami tidak menahan jenazah bayi tersebut, namun sempat lama pengurusannya. Pihak keluarga tengah mengurus urusan administrasi pemulangan jenazah. Administrasi di sini bukan permasalahan uang Rp24 juta yang terhutang tersebut, namun lebih kepada pengurusan surat menyuratnya," ujar Gustafianof pejabat pemberi Informasi RSUP Dr. M Djamil Padang kepada Covesia.com di Padang, Selasa (19/11/2019).

Gustafianof menjelaskan, terkait pemulang paksa jenazah oleh rombongan driver ojol tersebut, pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan.

"Mereka (driver ojol) ramai datang ke sini membawa paksa jenazah. Ada satu petugas jaga untuk melarangnya karena tidak sesuai standar operasional rumah sakit, namun tidak diindahkan," jelasnya.

"Di sini kan ada ambulance, bisa diantar pakai itu, masa dibawa dengan motor dan ditutupi lagi dengan jaket driver, tidak pantas menurut saya," terangnya.

Soal biaya perawatan dan pengobatan Rp24 juta tersebut, pihak rumah sakit tidak mempermasalahkan.

"Ini karena kesalahpahaman pihak keluarga saja. Kami minta bukan uang, namun masalah kelengkapan surat-surat administrasi pemulangan jenazah," sebutnya.

Dia menambahkan, kalau keluarga pasien masih terhutang, pihaknya hanya meminta KTP sebagai jaminan.

"Kalau pun keluarga masih tidak sanggup bayar, tinggal minta surat tidak mampu dari kelurahan, biar ditanggung pemerintah," sebutnya.

Gustafianof mengatakan, sebelumnya pernah ada pasien terhutang bahkan mencapai Rp75 juta. Dia menyebut, pihak RSUP M Djamil hanya meminta jaminan KTP saja.

"Tidak ada penahanan jenazah," tegas Gustafianof.

(dnq/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga