Sukmawati: Saya Cinta Nabi, Kok jadi Dianggap Menistakan Agama?

Sukmawati Saya Cinta Nabi Kok jadi Dianggap Menistakan Agama Sukmawati Soekarnoputri

Covesia.com - Sukmawati Soekarnoputri akhirnya buka suara terkait tuduhan dirinya telah menistakan agama terkait pernyataannya yang dianggap kontroversial.

Dikutip dari Suara.com, jaringan covesia.com, Senin (18/11/2019), Sukmawati pun menolak disebut telah membanding-bandingkan ayahnya, Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW. Justru, dia balik mempertanyakan orang yang telah melaporkannya ke polisi lantaran menuding dirinya telah menistakan agama.

Sukmawati menganggap Nabi Muhammad merupakan orang yang memiliki derajat paling tinggi sebagai pemimpin umat di dunia.

"Membandingkannya gimana sih? Maksud mereka apa sih? Saya enggak tahu sih ya isi laporannya. Artinya, kedua beliau (Nabi Muhammad dan Soekarno) itu pemimpin-pemimpin, tapi pasti derajatnya beda. Kalau nabi ya nabi. Kalau Bung Karno ya manusia yang punya kepemimpinan," kata Sukmawati.

Dia pun mengaku mencintai Nabi Muhammad sebagai rasul. Untuk dia pun menegaskan, tidak pernah berniat menistakan agama.

"Saya kira apa yang saya bicarakan, apa yang saya ucapkan di forum FGD Humas Polri itu dengan judulnya—kan kamu tahu ya, itu sama sekali tidak ada maksud itu. Saya cinta kok para nabi, kok jadi dianggap menistakan agama?" katanya.

Diketahui, berdasarkan video yang beredar di Youtube, Sukmawati dalam sebuah forum sempat melemparkan pertanyaan kepada audiens soal Pancasila dan Alquran, serta pertanyaan tentang Soekarno dan Nabi Muhammad SAW.

"Mana yang lebih bagus Pancasila sama Alquran? Begitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini. Terima kasih silahkan duduk," ucap Sukmawati.

Kekinian, Sukmawati, putri Presiden pertama RI Bung Karno, dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (15/11/2019). Sukmawati dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama. Pelapor Sukmawati adalah perempuan advokat bernama Ratih Puspa Nusanti, yang merupakan salah satu anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi).

Sekretaris Jenderal Korlabi Habib Novel Bamukminmengatakan, dirinya mendampingi Ratih melaporkan Sukmawati. Novel menduga, Sukmawati melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dengan cara membandingkan sang rasul dengan sosok Bung Karno.

Pihaknya melaporkan Sukmawati kepada polisi atas dugaan pelanggaran Pasal 156 a KUHP. Laporan tersebut tertuang dalam nomor laporan LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 15 November 2019.

"Menurut yang saya dengar saat pendampingi Ibu Ratih, dia merasa Nabi Muhammad dihina, karena dibandingkan dengan Soekarno," kata dia.

Sumber: Suara.com

Berita Terkait

Baca Juga