Anggota Ormas Bekasi Mengamuk, Empat Orang Terluka

Anggota Ormas Bekasi Mengamuk Empat Orang Terluka ilustrasi

Covesia.com - Puluhan anggota organisasi massa (Ormas) mengamuk dengan menyerang warga di Desa Pantai Harapan Jaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga mengakibatkan sebuah mobil rusak dan empat orang mengalami luka-luka.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi di Cikarang, Jumat (8/11/2019) mengatakan kejadian tersebut berlangsung Kamis (7/11) malam di area Sumur PDM-14 Pertamina saat para korban tengah melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

Korban tiba-tiba diserang secara brutal oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 50 orang tanpa tahu maksud kedatangannya langsung melakukan tindakan pemukulan kepada korban Andi, Abdullah, dan Rustam yang tengah mengamankan area Sumur PDM-14.

"Kedatangan kelompok ormas ini secara bergerombol. Tiba-tiba ketika bertemu dengan korban Andi dan rekan-rekannya, langsung melakukan pemukulan," ungkap Sunardi.

Saat terjadi pertikaian satu korban lainnya bernama Nisin ikut menjadi sasaran amukan anggota ormas tersebut, bahkan Nisin yang membawa mobil Toyota Avanza bernopol B-1139-UZS warna hitam itu turut jadi sasaran.

Akibat kejadian itu korban Andi mengalami luka memar di kepala bagian kanan sementara rekannya Abdullah mengalami luka memar di rahang mulut, lecet di atas kelopak mata, serta luka beset.

Sedangkan korban Nisin mengalami luka beset di bagian dada dan Rustam luka memar di pipi sebelah kanan dan beset di leher.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum mengetahui motif penyerangan kepada korban Andi dan rekan-rekannya itu, namun pihaknya sudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Masih kita dalami motif para pelaku, akan kami ungkap secepatnya," ujarnya.

Sebelumnya video permintaan ormas untuk mengelola parkir di seluruh toko swalayan di Kota Bekasi, ramai di media sosial. Dalam video berdurasi tujuh menit itu ormas meminta pihak pengelola memberikan pengelolaannya kepada mereka.

Bukan itu saja, video yang diunggah pada saat unjuk rasa pada 23 Oktober 2019 di depan Pom Bensin Rawalumbu Kota Bekasi itu terkesan mendesak pihak pengelola untuk bisa bekerja sama menarik parkir di tiap-tiap toko swalayan.

(ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga