Meski Disebut Rekayasa, Istana Pastikan Kasus Teror Novel Tetap Diusut

Meski Disebut Rekayasa Istana Pastikan Kasus Teror Novel Tetap Diusut Novel Baswedan

Covesia.com - Penyidik KPK Novel Baswedan dipolisikan politikus PDIP Dewi Tanjung atas tuduhan penyebaran berita bohong penyiraman air keras. Istana tetap menjamin pengusutan kasus Novel tetap berlanjut.

"Kalau komitmen pemerintah kan jelas, kalau tindakan yang melanggar hukum pasti akan mendapat sanksinya. Karena kami tegas, segala yang hukum positif akan kita tegakkan setegak-tegakkan," ujar Stafsus Presiden Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga memberi tenggat waktu hingga Desember 2019 kepada Polri untuk menuntaskan kasus Novel. Novel sendiri disiram air keras pada 11 April 2017 usai salat subuh berjamaah.

"Terhadap kasus apa pun kan pemerintah ingin tegas, bahwa ini negara hukum, semua hukum positif harus ditegakkan. Dan pemerintah, tanpa kecuali, harus menegakkannya," ujar Fadjroel.

Sebelumnya, Dewi Tanjung mengatakan dirinya merasa janggal atas kebutaan yang dialami oleh Novel akibat insiden penyiraman air keras. Karena itu, Dewi melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal itu, Novel mengaku heran. Novel menduga Dewi Tanjung mengetahui penyiraman air keras yang dialami Novel benar terjadi. Novel menyebut ada kemungkinan Dewi Tanjung mempunyai maksud lain terkait pelaporan itu.

"Saya sih yakin kalau yang bersangkutan tahu kalau itu benar terjadi. Bisa jadi yang bersangkutan mau 'ngerjain' polisi," tutur Novel kepada detikcom, Kamis (7/11).

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga