Transaksi Saham Warga Sumbar di Pasar Modal Capai Rp911,6 Miliar

Transaksi Saham Warga Sumbar di Pasar Modal Capai Rp9116 Miliar Ilustrasi

Covesia.com - Bursa Efek Indonesia perwakilan Sumbar mencatat nilai transaksi saham warga memiliki KTP Sumatera Barat pada Oktober 2019 hampir menembus Rp1 triliun berada pada angka Rp911,6 miliar.

"Pada Oktober tersebut jumlah Single Investor Identification (SID) atau nomor tunggal identitas investor pasar modal Indonesia mencapai 16.602 ," kata Kepala BEI perwakilan Sumbar Early Saputra di Padang, Kamis (7/11/2019).

Sementara Sub Rekening Efek atau rekening efek yang digunakan untuk menyimpan portfolio saham atas nama nasabah mencapai 18.969 dengan frekuensi transaksi sebanyak 145.362.

Berdasarkan daerah transaksi tertinggi berada di Padang mencapai 7.756 SID dengan nilai transaksi Rp735,3 miliar.

Kemudian Kota Payakumbuh 550 SID dengan nilai transaksi Rp59,9 miliar, Bukittinggi Rp36,8 miliar, Kabupaten Tanah Datar Rp32,8 miliar dan Kabupaten Sijunjung Rp14,1 miliar.

Sedangkan nilai aset saham mencapai Rp634,8 miliar dan nilai aset selain saham menembus Rp1,05 triliun.

Sekuritas dengan jumlah SID terbanyak adalah Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Panin Sekuritas, Trimegah Sekuritas, FAC Sekuritas, MNC Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, RHB Sekuritas, OSO Sekuritas.

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal untuk mengambil manfaat dari peluang yang ditawarkan oleh industri Pasar Modal.

"Masyarakat dapat menanamkan dananya dan mengambil keuntungan di pasar modal lewat instrumen saham, obligasi ritel atau ORI, sukuk, reksadana serta instrumen efek lainnya," kata Kepala Kantor OJK Sumbar Darwisman.

Menurutnya orang-orang yang unggul secara finansial di dunia merupakan para pemilik saham atas perusahaan yang tercatat di bursa efek.

Ia menuturkan kepemilikan atas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menciptakan keuntungan secara finansial bagi pemegang saham bersangkutan.

Ia menambahkan pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia karena keberadaannya yang semakin berkembang dan kebutuhan perusahaan terhadap modal dapat terealisasi lewat pasar modal.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga