Kata Sosiolog Soal Puluhan Anak Muda di Padang Terjaring Razia di Kamar Hotel

Kata Sosiolog Soal Puluhan Anak Muda di Padang Terjaring Razia di Kamar Hotel Sosiolog STKIP PGRI Padang, Firdaus (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Puluhan anak muda terjaring razia oleh satuan polisi pamong praja (Satpol PP) di berbagai kamar hotel di kota Padang pada Minggu (3/11/2019).

Dari razia itu terjaring 15 wanita dan 11 pria yang kemudian dibawa ke Mako Pol PP kota Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menanggapi hal tersebut Sosiolog Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Padang Firdaus menyebutkan bahwa apa yang dilakukan anak muda ini merupakan prilaku menyimpang dan keluarga merupakan institusi sosial yang paling bertanggung jawab atas perilaku menyimpang ini.

"Secara sosiologis perilaku muda mudi tersebut termasuk kategori perilaku menyimpang baik dari segi norma-norma hukum, agama, adat serta budaya," ungkap pria yang kerap disapa Daus ini kepada Covesia, Selasa (5/11/2019).

Firdaus menyebutkan banyak faktor penyebab terjadinya penyimpangan tersebut. Namun, faktor utama yang melatari perilaku menyimpang adalah keluarga dan lingkungan.

"Keluarga merupakan institusi sosial paling bertanggungjawab atas perilaku menyimpang ini," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tidak hanya keluarga inti tapi juga keluarga luas. "Dalam konteks Minangkabau keluarga mencakup mamak, sanak samande, sanak saparuik, dan saudara lainnya," ujarnya.

Kontrol dari keluarga luas terhadap perilaku anak-anak sangat penting. Ia menyayangkan bahwa hal tersebut kurang dilakukan di perkotaan yang cendrung plural dan tidak bertempat tinggal dalam lingkungan. Hingga hal tersebut sulit terlaksana.

"Mau tidak mau, keluarga inti (Ayah, Ibu dan Saudara) kandunglah yang menjadi penanggungjawab perilaku mereka," ungkapnya.

Namun dari pada itu, Firdaus mengatakan peran keluarga luas dapat diambil oleh masyarakat sekitar untuk mengontrol perilaku anak muda.

Tak hanya itu, dosen STKIP PGRI Padang itu juga mengatakan bahwa pemerintah turut serta dalam mengontrol perilaku menyimpang yang terjadi di masyarakat.

"Salah satu caranya menyediakan nomor panggilan khusus yang dapat dihubungi oleh masyarakat ketika melihat gejala yang mengarah ke perilaku menyimpang," terangnya.

Selain itu, pemerintah juga dapat membentuk komunitas atau kelompok yang dapat mengantisipasi perilaku menyimpang tersebut.

Kontributor: Laila Marni

(utr)


Berita Terkait

Baca Juga